Hari-hari penentu dalam karier pemain muda Mesir itu
Penyerang Mesir Hamza Abdel Karim, 18 tahun, memasuki fase krusial dalam perjalanan kariernya bersama Barcelona, di mana masa depannya bergantung pada sejumlah transfer yang dilakukan direktur olahraga Deco, meski ia telah mengorbankan liburannya demi meyakinkan pelatih Hansi Flick akan kemampuannya.
Surat kabar Catalan "Sport" menyebutkan bahwa pekan-pekan mendatang akan menjadi penentu bagi nasib pemain tersebut, terutama dengan persiapan tim untuk bertolak, besok Senin, ke kawasan East Midlands guna mengikuti kamp latihan persiapannya di pusat St George's Park di Inggris, di mana mereka akan menghabiskan waktu selama sepekan penuh untuk persiapan musim 2026/2027.
Pengorbanan demi peluang
Abdel Karim, yang tampil bersama timnas Mesir di Piala Dunia terakhir di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, memangkas liburan musim panasnya untuk bergabung lebih awal dalam latihan Flick sejak dua pekan lalu, sebuah langkah yang mencerminkan keinginan seriusnya untuk mengamankan tempat dalam proyek pelatih Jerman tersebut.
Penyerang Mesir itu memulai laga latihan melawan CE Europa dengan mengenakan kostum nomor 9, dan menampilkan performa yang baik selama 45 menit yang ia lalui di atas lapangan, meski tidak mencetak gol.
Talenta menjanjikan dengan angka yang menggembirakan
Abdel Karim mendapat penghargaan besar di lingkungan "Camp Nou", berkat gaya menyerangnya yang khas dan kemampuannya bermain dengan punggung menghadap gawang, di samping fakta bahwa ia adalah penyerang bergaya klasik.
Dalam kurun dua bulan saja bersama tim muda Barcelona musim lalu, ia mencetak 6 gol dalam 10 pertandingan, yang membuatnya layak mendapatkan panggilan pertama ke timnas senior, di mana ia bermain selama 57 menit dalam 4 pertandingan di Piala Dunia.
Rencana manajemen dan berbagai skenario
Surat kabar itu menjelaskan bahwa rencana manajemen olahraga adalah menjaga sang penyerang agar tetap sangat dekat dengan tim utama, di mana ia akan berlatih secara rutin di bawah arahan Flick, bermain sebagai penyerang cadangan bila diperlukan, dan bergabung dengan tim cadangan pada periode-periode musim saat waktu bermainnya berkurang.
Tidak menutup kemungkinan pula ia dipinjamkan untuk menimba pengalaman di liga yang lebih tinggi dari Divisi Dua Spanyol.
Transfer Deco menentukan nasib
Namun, masa depan Abdel Karim sangat bergantung pada langkah-langkah Deco di bursa transfer, sebab direktur olahraga itu masih berupaya mengamankan pengganti Robert Lewandowski, di mana pemain Argentina Julian Alvarez menjadi target utama, meski Atletico Madrid bersikeras tidak menjual bintangnya, sehingga mendorong tim pelatih untuk mencari alternatif lain.
Selain itu, masa depan Ferran Torres, juara Eropa bersama Spanyol, masih belum jelas, di mana kontraknya berakhir pada 30 Juni 2027, dan ia menjadi incaran beberapa klub, terutama Paris Saint-Germain yang diasuh Luis Enrique, yang bisa membuka jalan bagi Abdel Karim untuk mendapatkan peluang lebih besar bila pemain Spanyol itu hengkang.