MIMIKA, KOMPAS.com - Satgas Operasi Damai Cartenz menyisir sekitar lokasi kejadian pembakaran pesawat AMA PK RCY dan penembakan pilot warga negara Amerika Serikat, Nicholas F Gosselin, di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Hasilnya, petugas menemukan sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai markas kelompok bersenjata pelaku pembakaran pesawat AMA PK RCY.
Di depan rumah tersebut ada papan bertuliskan markas komando daerah militer kodap 7 Balinggama.
Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz, Kombes Pol IGG Era Adhinata mengungkap temuan aparat di dalam markas itu.
Di antaranya, tas berisikan sejumlah kartu anggota TPNPB dengan nama dan pangkat berbeda, atribut TPNPB, senjata tajam, senapan angin dan perlengkapan alat elektronik.
"Pada saat olah TKP, kita periksa saksi-saksi yang ada di dua tempat yaitu Yahukimo dan Wamena. Dari pemeriksaan saksi tersebut, salah satunya menyampaikan bahwa mereka (KKB) memiliki markas di sekitar TKP," kata Era dalam konferensi pers di Mako Batalyon B Satbrimob Polda Papua Tengah, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Rabu (8/7/2026).
Selain itu, Satgas menemukan proyektil kaliber 5,56 mm. Proyektil ini sesuai dengan persenjataan yang mereka bawa seperti yang terlihat di media.
Ia mengatakan, seluruh barang bukti hasil penyisiran maupun olah TKP telah diserahkan kepada tim identifikasi Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik, laboratorium digital dan analisis lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Tujuh orang diduga terlibat
Berdasarkan hasil penyelidikan, Satgas Operasi Damai Cartenz mengidentifikasi tujuh orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut, yakni MB, A, LS, DA, NS, KB dan SP.
Sementara itu, identitas belasan orang lainnya masih dalam proses pendalaman.
"Penyidik akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku yang telah teridentifikasi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang