Apakah "Al-Raqi" Berhasil di Tempat "Sang Kapten" dan "Sang Pemimpin" Gagal?
Klub Al-Ahli Arab Saudi ikut bersaing dengan liga-liga besar Eropa untuk mendatangkan seorang pemain yang sebelumnya lepas dari tangan dua rival tradisional, Al-Hilal dan Al-Ittihad, terkait pemain tercepat dalam sejarah Bundesliga.
Jurnalis terpercaya Rudy Galetti menyebut bahwa Al-Ahli termasuk salah satu klub yang berminat mendatangkan pemain asal Prancis, Jean-Matteo Bahoya, sayap Eintracht Frankfurt Jerman, pada bursa transfer musim panas ini.
Galetti menjelaskan, dalam sebuah kicauan melalui akun pribadinya di situs "X", bahwa Bahoya menarik minat sejumlah klub besar di Eropa, sehingga memaksa klub Arab Saudi tersebut untuk bergerak cepat guna merampungkan transfer ini.
Minat Arab Saudi terhadap pemain berusia 21 tahun ini bukanlah hal baru, karena sudah dimulai sejak bursa transfer musim panas lalu, ketika Al-Ittihad berusaha mendatangkannya, sebelum Al-Hilal mengetuk pintu klub Jerman itu untuk merekrutnya pada bursa transfer musim dingin lalu.
Hal yang meningkatkan peluang untuk mendatangkan Bahoya adalah bahwa ia akan bisa didaftarkan dalam kuota kelahiran, terlebih karena usianya baru 21 tahun, yang berarti ia tidak akan menempati slot pemain asing dari delapan pemain utama.
Bahoya bergabung dengan Frankfurt dari klub Prancis Angers pada Januari 2024, dan mencetak gol pertamanya bersama tim Jerman itu pada tembakan keempatnya ke arah gawang.
Adapun angka paling menonjol dari pemain muda Prancis ini adalah bahwa ia mencatatkan lari tercepat dalam sejarah Bundesliga, pada Maret 2025, saat menghadapi Bochum di pekan ke-26, tepatnya pada menit ke-12 pertandingan.
Dengan lari tersebut, Bahoya menjadi pemain pertama dalam sejarah Bundesliga yang kecepatannya menembus batas 37 kilometer per jam, yaitu mencapai 37,16 kilometer per jam.
Pemain berusia 21 tahun ini nyaris menyamai rekor yang tercatat atas nama pelari Jamaika Usain Bolt dalam lomba 100 meter, yang kecepatannya mencapai 37,58 kilometer per jam, pada tahun 2009.
Secara keseluruhan, pemain berdarah Kamerun ini menampilkan performa yang bagus bersama tim Jerman itu pada musim lalu, di mana ia tampil dalam 37 pertandingan, mencetak 4 gol, dan memberikan 4 assist.