UNGARAN, KOMPAS.com - Satu tahun sudah, Mozza Axillia Gunarsa (19), remaja asak Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pergi meninggalkan rumah.
Kepergian Mozza membuat kedua orang tuanya khawatir.
Ayah Mozza, Singgih Ditya Gunarsa mengatakan, putri sulungnya itu meninggalkan rumah pada Rabu (25/6/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
"Saat itu dia mengirim pesan melalui WhatsApp, pamitan mau mengantar laptop," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Pesan itu menjadi komunikasi terakhir antara Sigit dengan Mozza.
"Memang pamit, tetapi ternyata dia pergi sendiri, tidak bawa laptop. Padahal biasanya dia tidak pernah seperti itu. Setiap kali keluar rumah, dia selalu mengirim foto ke saya," kata Singgih.
Saat pergi, Mozza menggunakan Honda Vario 125 H 5344 ALC warna hitam, namun tidak membawa STNK.
Dia mengenakan baju putih lengan panjang dan sandal Reebok warna cokelat.
Mozza memiliki tahi lalat di pipi kanan dan tanda lahir bintik warna cokelat di pelipis kanan.
Singgih mengatakan, saat itu Mozza tak kunjung pulang hingga sore hari.
"Magrib itu ponselnya masih aktif, namun setelah itu sudah tidak bisa dihubungi," ujarnya.
Barang-barang Ditemukan Terpisah
Kejanggalan mulai dirasakan Singgih saat teman Mozza mengirimkan pesan.
"Teman itu menanyakan keberadaan Mozza dan menyampaikan, 'kamu di mana dicariin orang tua?' Selanjutnya dijawab, 'Mau ke Jogja tiga hari jangan bilang ibu'. Mozza kalau memanggil itu mama, bukan ibu," ungkapnya.
Menurut Singgih, setelah Mozza tidak bisa dihubungi, dia melaporkan kejadian tersebut ke Polres Semarang.
"Pada Juli 2025, barang Mozza ditemukan di Kota Semarang. KTP dan SIM di Jalan Dr. Cipto, sementara ponsel berada di Kota Lama, namun sudah dimiliki orang lain, tetapi tidak terkait dengan hilangnya Mozza," kata dia.