Sepuluh Bulan Siswa Minim Kelas, Baca Tulis di Tenda hingga Ruang Kelas Bersekat di Pamekasan

Sepuluh Bulan Siswa Minim Kelas, Baca Tulis di Tenda hingga Ruang Kelas Bersekat di Pamekasan

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Suasana memprihatinkan masih terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Potoan Daja 2, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur memasuki ajaran baru tahun ini, Senin (13/7/2026).

Saat ajaran baru, siswa kelas II tidak merasakan ruang kelas layak. Mereka harus belajar, baca dan menulis di tenda darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sejak tahun lalu, siswa kelas II yang baru naik dari kelas I belum bisa merasakan ruang kelas baru.

Mereka belajar di ruang tenda berukuran 6x12 meter yang disulap jadi ruang kelas sejak 3 kelas terbakar pada 5 Oktober tahun lalu.

Di ruang itu, terlihat ada sejumlah kursi dan bangku saja. Sebelumnya tenda disekat jadi dua ruang, kelas I dan kelas II. Papan tulis berdiri tegak di sudut tenda.

Bangku guru pun diatur seolah di dalam gedung. Namun, sejak hari ini, siswa kelas I ditempatkan di ruang bersekat.

Satu ruangan ditempati kelas I yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kelas V.

"Karena kami belum ada ruangan, kelas II masih di tenda, siswa kelas I yang baru kami sekat satu ruangan di kelas V," kata Rusdi Kepala SDN Potoan Daja 2, Senin (13/7/2026).

Saat musim hujan, tempat belajar siswa sering tergenang air, saat kemarau ruang tenda berubah panas. Namun, guru dan siswa tetap belajar meski terusik.

Hari ini, pihak sekolah menjadikan tenda darurat hanya untuk satu kelas saja. Sekat dibuang, kini hanya ditempati kelas II saja, sebagian ruang untuk guru beristirahat.

"Karena sekarang panas, siswa baru kita pindah ke ruang kelas, kasihan mereka masih baru biar betah," kata Rusdi.

Pihak sekolah berharap segera ada kabar baik. Sekolah dibangun dan siswa bisa belajar lebih baik.

"Sampai saat ini tidak ada kabar ke kami, kapan sekolah bisa dibangun. Kami sangat berharap tahun ini," ucapnya.

Di tengah keterbatasan ruang, sekolah tetap berupaya menyediakan ruang perpustakaan di sudut salah satu kelas.

Siswa masih bisa baca buku perpustakaan, meski harus bergantian antar kelas. Termasuk untuk Pembelajaran Interaktif Digital (PID).