Sebut Cerita Sarwendah Didatangi Debt Collector Tak Logis, Pengacara Ruben Onsu Tantang Bukti Soal Pinjol

Sebut Cerita Sarwendah Didatangi Debt Collector Tak Logis, Pengacara Ruben Onsu Tantang Bukti Soal Pinjol

Grid.

ID – Prahara rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah pascaperceraian kian memanas. Kali ini, isu mengenai pinjaman online (pinjol) dan kedatangan Debt Collector (DC) menjadi sumbu perselisihan baru.

Setelah Sarwendah buka suara di podcast Denny Sumargo mengenai trauma yang dialaminya, pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, langsung memberikan bantahan telak.

Pengakuan Sarwendah: Didatangi 3 Mobil DC Malam Hari

Dalam podcast "Curhat Bang Denny Sumargo", Sarwendah menceritakan momen mencekam saat rumahnya didatangi sejumlah pria yang mengaku sebagai penagih utang. Menurutnya, tagihan tersebut bukan atas namanya, melainkan atas nama mantan suaminya.

"Tiba-tiba ada debt collector dateng ke rumah aku pada saat aku lagi live, Ko. Tagihannya bukan atas nama aku pastinya. Ada tagihan mobil, pinjol dari handphone, kartu kredit bank, semuanya kontaknya ke nomor aku," ungkap Sarwendah.

Sarwendah bahkan menyebut kedatangan DC tersebut terjadi pada malam hari dan melibatkan banyak orang.

"Untuk itu keadaan jam 10 malaman gitu, tiga mobil yang dateng. Ada KTP-nya juga (KTP Ruben). Aku trauma, aku takut. Aku di rumah perempuan, dua anak aku perempuan, tiba-tiba didatangi banyak orang," tambahnya.

Kubu Ruben Onsu Bantah Soal Pinjol, Tantang Bukti

Menanggapi pernyataan tersebut, Minola Sebayang menantang pihak Sarwendah untuk membuktikan tuduhan pinjol tersebut. Ia menilai narasi yang dibangun Sarwendah tidak masuk akal jika melihat status sosial Ruben.

"Buktikan saja kalau memang Ruben ada pinjol! Pakai logika saja, because law is logic. Ngapain Ruben pinjol kalau dia bisa pinjam ke bank? Gitu loh," tegas Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Minola juga meragukan validitas kejadian yang diceritakan Sarwendah, terutama soal waktu kedatangan para penagih utang yang dianggap melanggar aturan resmi.

PROMOTED CONTENT

"Orang cerdas paham mekanisme. Aturan OJK itu tidak boleh menagih ke rumah di atas jam 10 malam. Harus di jam kerja, jam 10 pagi. Jadi itu perlu dipertanyakan," sindirnya.

Pihak Ruben juga merasa aneh jika debt collector masih mendatangi rumah yang ditempati Sarwendah. Menurut Minola, alamat kantor dan tempat kerja Ruben sudah menjadi konsumsi publik, sehingga tidak logis jika penagih utang mencari Ruben di rumah mantan istrinya.

"Berarti pinjolnya sekarang setelah berpisah? Kan enggak mungkin juga Ruben memberikan alamat rumah Cilandak. Apakah DC-nya enggak lihat berita? Alamat terbaru Ruben sudah ada, kerjanya di stasiun televisi. Masa masih datang ke rumah yang Ruben jelas-jelas enggak ada di sana?" kata Minola.

Minola menegaskan bahwa isu DC ini sebenarnya adalah masalah lama terkait cicilan mobil yang sudah pernah diklarifikasi sebagai 'salah alamat'. Ia meminta agar publik tidak langsung percaya pada tudingan tanpa bukti dokumen atau transfer yang sah.(*)

PROMOTED CONTENT