JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin mengatakan, program normalisasi Kali Ciliwung di Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, akan membuat satu rukun tetangga (RT) hilang.
Hal itu disampaikan Ika saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau progres pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Cawang, Jumat (10/7/2026).
"Terdapat dua RT yang akan terkena pembebasan lahan, yaitu RT 15 dan RT 02. Dengan pembebasan lahan ini, satu RT izin hilang, Pak. Jadi satu RT, RT 15, akan habis," kata Ika, Jumat.
Ia menjelaskan, di Kelurahan Cawang terdapat sekitar 170 rumah yang menjadi target pembebasan lahan.
Hingga saat ini, sebanyak 62 rumah telah dibebaskan dan pemiliknya telah menerima ganti rugi, sedangkan 108 rumah lainnya masih dalam proses.
Seluruh rumah tersebut akan dibebaskan untuk mendukung pelebaran sungai sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan seluruh proses pembebasan lahan di kawasan tersebut rampung pada 2026.
Setelah lahan dibebaskan, bangunan akan langsung dibongkar agar pekerjaan normalisasi dapat segera dilanjutkan.
Menurut Ika, pembebasan lahan di Cawang mencakup area sepanjang sekitar 550 meter. Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta mendapat tugas menyelesaikan pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 16,5 kilometer.
"Tahun 2026 untuk Cawang, Rawajati, dan Pengadegan targetnya kurang lebih 2 kilometer. Harapannya saat ulang tahun Jakarta tahun depan kita bisa tembus dari MT Haryono sampai Jembatan Kalibata," ujar Ika.
Ika mengatakan, Dinas SDA kini membuka posko pelayanan di lokasi pembebasan lahan agar warga dapat mengurus dokumen secara langsung tanpa menggunakan perantara.
Menurut dia, warga yang telah menempati lahan selama puluhan tahun, tetapi belum memiliki sertifikat tetap dapat memperoleh ganti rugi selama memenuhi persyaratan administrasi.
Sementara itu, Pramono mengatakan progres pembebasan lahan di lokasi tersebut menunjukkan perkembangan.
Ia menyebut kawasan yang sebelumnya dipenuhi permukiman kini mulai terbuka sehingga badan Kali Ciliwung kembali terlihat.
"Ini adalah kedua kalinya saya di tempat ini dan progresnya alhamdulillah cukup baik. Tidak terbayangkan tempat yang dulu sering kali viral, dan orang pasti tidak menyangka bahwa ternyata bisa dibebaskan dan normalisasi dilakukan," kata Pramono.
Pramono mengatakan, dari target 170 bangunan di lokasi tersebut, sebanyak 62 bangunan telah selesai dibebaskan. Ia optimistis seluruh pembebasan lahan dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.
Menurut dia, normalisasi Kali Ciliwung merupakan bagian dari upaya jangka menengah dan panjang untuk mengurangi risiko banjir di Jakarta.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka di tahun 2027 ketika Jakarta ulang tahun ke-500, normalisasi salah satu sumbu utama, yaitu Ciliwung yang ada di Rawajati, Pengadegan, Cawang, dan Cililitan mudah-mudahan akan terselesaikan," ujar Pramono.
Ia menambahkan, setelah normalisasi Ciliwung, Pemprov DKI juga akan melanjutkan proyek serupa di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama yang ditargetkan selesai secara bertahap hingga 2029.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.