Satu Pleton TNI Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Tanggamus Lampung

Satu Pleton TNI Bantu Padamkan Kebakaran Rumah di Tanggamus Lampung

TANGGAMUS, KOMPAS.com – Satu pleton prajurit TNI dari Yonif TP 945/Pandu Pepadun Cakti (PPC) dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran rumah di Dusun Madang Atas, Pekon Kusa, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (13/7/2026).

Pengerahan personel dilakukan setelah kebakaran menghanguskan rumah milik Makmun (67) dan nyaris merembet ke permukiman warga di sekitarnya.

Sebanyak satu pleton prajurit diterjunkan bersama dua unit mobil pemadam kebakaran milik Yonif 945/PPC.

Mereka bergabung dengan petugas pemadam kebakaran, sekitar 30 personel Koramil Kota Agung, anggota Polsek Kota Agung, serta warga untuk memadamkan api.

Kepala Penerangan Kodam XXI/Radin Inten Letkol Inf Ranoviandy Chairul mengatakan, personel langsung dikerahkan sesaat setelah pihaknya menerima laporan kebakaran.

"Kami langsung mengerahkan satu pleton prajurit beserta dua unit mobil pemadam kebakaran Yonif 945/PPC. Fokus utama kami adalah mempercepat pemadaman agar api tidak meluas dan keselamatan warga tetap terjaga," kata Ranoviandy, Senin.

Korban alami luka bakar

Ranoviandy mengatakan, keterlibatan prajurit dalam penanganan kebakaran merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI untuk membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

"Kehadiran TNI tidak hanya dalam menjaga pertahanan negara, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ketika terjadi bencana maupun keadaan darurat. Karena itu kami bergerak secepat mungkin membantu proses penanganan di lapangan," ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, rumah milik Makmun hangus terbakar.

Korban mengalami luka bakar pada bagian kaki dan telah dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang Kota Agung untuk menjalani perawatan.

Ranoviandy mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat yang dinilai menjadi kunci keberhasilan mengendalikan api sebelum meluas ke permukiman.

"Kolaborasi seluruh unsur di lapangan sangat menentukan. Respons cepat semua pihak berhasil mencegah kebakaran berkembang lebih besar dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan," tuturnya.

Hingga Senin sore, penyebab kebakaran masih diselidiki aparat berwenang. Sementara itu, besaran kerugian material akibat peristiwa tersebut masih dalam pendataan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang