Sambut Tahun Ajaran Baru, Toko Seragam di Pasar Johar Semarang Mulai Diserbu Pembeli

Sambut Tahun Ajaran Baru, Toko Seragam di Pasar Johar Semarang Mulai Diserbu Pembeli

SEMARANG, KOMPAS.com – Menyambut persiapan masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027 pada pekan depan, sejumlah toko seragam di kawasan Pasar Johar, Kota Semarang, mulai ramai diserbu oleh pembeli.

Para pedagang perlengkapan sekolah pun semringah karena mengaku mengalami kenaikan omzet yang signifikan hingga mencapai 85 persen dari hari biasa.

Salah satu pegawai toko seragam di Pasar Johar, Shafa Elvetta, mengatakan bahwa para konsumen sudah mulai berkeliling memadati area pasar tradisional tersebut dalam dua minggu terakhir. Para calon pembeli berburu pakaian sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

"Untuk ramainya kita sudah sejak dua minggu yang lalu, sudah pada mulai mencari seragam. Cuman yang paling banyak ke sini itu rata-rata anak SD," ujar Shafa di rukonya, Selasa (7/7/2026).

Berkah Musiman yang Merata

Tak hanya Shafa, berkah musiman ini juga dirasakan oleh Sri Hidayati (63), pemilik ruko Seragam Barokah.

Sri menyebut peningkatan volume penjualan di tokonya sudah menyentuh angka 20 persen sepanjang masa liburan sekolah kali ini.

Lonjakan jumlah pembeli diperkirakan bakal mencapai puncaknya hingga akhir pekan ini, tepat sebelum aktivitas tahun ajaran baru resmi dimulai.

"Ini dari awal liburan sudah mulai ramai. Harapannya di minggu-minggu terakhir ini akan ada peningkatan pembeli lagi," tutur Sri.

Adapun perlengkapan yang paling banyak diburu oleh para orangtua murid di kawasan Pasar Johar yakni setelan pakaian standar sekolah, seperti atasan kemeja putih dan bawahan model span (OSIS).

Strategi Orangtua Cicil Perlengkapan Lebih Awal

Salah satu wali murid asal Jatingaleh, Fitri (43), mengaku sengaja mulai mencicil belanja keperluan sekolah anaknya lebih awal di Pasar Johar.

Langkah tersebut ia ambil demi menghindari antrean yang membludak di pasar serta mengantisipasi potensi kenaikan harga yang lebih tinggi mendekati masa akhir libur sekolah.

"Aslinya mau nunggu beli besok karena mau ke sekolahan. Tapi aku tak cari dulu lah daripada nanti-nanti, sama saja. Mumpung masih ada uang sebelum sekolah dimulai Senin depan," kata ibu yang anaknya baru masuk ke SMK Negeri 4 Semarang itu.

Untuk memenuhi kebutuhan sang buah hati, Fitri harus merogoh kocek sebesar Rp 492.000 guna membungkus dua setel seragam yang terdiri dari kemeja atasan dan bawahan standar.

Menurut Fitri, harga maupun kualitas produk seragam yang ditawarkan di pasar tradisional saat ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di pusat perbelanjaan atau mal.

Ia juga memaklumi sistem harga pas yang diterapkan pedagang karena mempertimbangkan aspek kepraktisan dan jaminan ketersediaan stok ukuran baju yang lengkap.

"Mau di mall atau pasar sama saja, karena harganya juga pas enggak bisa nego, tapi di pasar pilihannya lebih banyak," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang