SEMARANG, KOMPAS.com — Aktivitas jual beli perlengkapan sekolah di Blok Basement Pasar Johar, Kota Semarang, mulai meningkat menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Pedagang mengaku jumlah pembeli berangsur bertambah setiap hari, meski belum seluruhnya merasakan lonjakan penjualan.
Pemilik Toko Mitra Seragam, Khotijah, mengatakan peningkatan pembeli mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Menurut dia, musim masuk sekolah selalu menjadi momentum yang dinantikan pedagang karena mampu mendongkrak penjualan.
"Alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai. Dibanding beberapa minggu lalu pembelinya bertambah setiap hari. Biasanya semakin dekat masuk sekolah, semakin banyak orang tua yang datang," kata Khotijah saat ditemui di Pasar Johar, Kamis (9/7/2026).
Masih didominasi seragam SD
Ia mengatakan, pembelian masih didominasi seragam untuk siswa sekolah dasar (SD), disusul seragam SMP dan SMA.
Sebagian besar pembeli datang untuk melengkapi seluruh kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, topi, dasi, hingga atribut lainnya.
Menurut Khotijah, mayoritas konsumennya merupakan pelanggan lama yang kembali berbelanja karena telah percaya terhadap kualitas barang yang dijual.
Meski penjualan perlengkapan sekolah melalui platform daring terus meningkat, Khotijah mengaku tidak terlalu khawatir.
Ia menilai masih banyak orang tua yang memilih datang langsung ke toko agar dapat memastikan ukuran dan kualitas barang.
"Kalau beli langsung bisa dicoba ukurannya dan lihat bahannya. Memang di online kadang lebih murah, tetapi kualitasnya belum tentu sama," ujarnya.
Namun, kondisi berbeda dirasakan Hengki, pedagang tas dan sepatu sekolah di Pasar Johar.
Ia mengaku penjualannya belum mengalami peningkatan signifikan meski musim masuk sekolah telah tiba.
"Dalam sehari kadang hanya satu sampai dua orang yang membeli. Ada yang datang melihat-lihat, tetapi belum tentu jadi beli," katanya.
Penjualan online mempengaruhi penjualan pedagang di Pasar Johar
Hengki yang telah lima tahun berjualan di Pasar Johar mengatakan kondisi usahanya kini berbeda dibanding saat masih berjualan di kawasan Masjid Agung Semarang sebelum direlokasi.