Rumah dan Toko di Grobogan Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 350 Juta

Rumah dan Toko di Grobogan Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 350 Juta

GROBOGAN, KOMPAS.com - Kebakaran menghanguskan rumah sekaligus toko kelontong di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026) pagi.

Si jago merah melahap dagangan hingga uang tunai Rp 25 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 350 juta.

Kapolsek Klambu, AKP R Enggal Agung mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, ada seorang karyawan diketahui sedang memindahkan pertalite dari galon ke botol kemasan di samping pom mini yang berada di toko.

Tak berselang lama, tiba-tiba muncul percikan api dari setop kontak yang berada di bawah mesin pom mini.

"Api cepat membesar dan menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar serta barang dagangan di dalam rumah dan toko," kata Enggal.

Mengetahui peristiwa kebakaran, penghuni rumah dan beberapa karyawan toko segera menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Insiden itu kemudian dilaporkan ke Polsek Klambu.

"Personel Polsek Klambu bersama Tim Damkar dan Tim Inafis Polres Grobogan langsung melakukan pemadaman api, mengamankan lokasi, serta melaksanakan olah TKP," ujar Enggal.

Diduga Dipicu Korsleting

Menurut Enggal, berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari bagian bawah mesin pom mini.

"Dari hasil olah TKP, dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting pada setop kontak dan mesin pompa di bawah pom mini ketika proses pengisian bahan bakar berlangsung," ungkap Enggal.

Berdasarkan olah TKP, polisi menemukan barang bukti yang hangus terbakar di antaranya meteran listrik, kabel, setop kontak, mesin pompa Rotax, dua unit mesin pom mini, tiga unit freezer, dua sepeda motor dan dua sepeda listrik.

"Bangunan rumah dan toko mengalami kerusakan berat akibat kebakaran. Barang berharga terbakar seperti stok sembako, uang tunai Rp 25 juta, surat-surat penting, perhiasan, kendaraan, hingga berbagai peralatan usaha. Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 350 juta," katanya Enggal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang