Ribuan Jiwa di Gorontalo Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau, Satu Kabupaten Siaga Darurat

Ribuan Jiwa di Gorontalo Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau, Satu Kabupaten Siaga Darurat

GORONTALO, KOMPAS.com – Sebanyak 2.361 kepala keluarga (KK) atau 5.388 jiwa di sejumlah daerah terdampak bencana kekeringan dan mengalami kesulitan air bersih.

Data ini masih bersifat sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo dari tiga kabupaten.

Bahkan di Kabupaten Gorontalo telah ditetapkan dalam status siaga darurat kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi melalui Analis Kebencanaan Moh. Tahir Laendeng mengatakan wilayah yang terdampak kekeringan dan warganya kesulitan air bersih berada di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.

"Sejak musim kemarau terjadi, sudah ada tiga kabupaten yang melaporkan daerahnya terdampak. Kabupaten Bone Bolango sudah mencapai lima kecamatan terdampak, Kabupaten Gorontalo sementara tiga kecamatan, dan Kabupaten Gorontalo Utara satu kecamatan," ujar Tahir, Sabtu (1/8/2026).

Laporan sementara ini menunjukkan wilayah Bone Bolango menjadi daerah dengan sebaran wilayah terdampak paling luas. Di Kecamatan Bone Pantai kekeringan melanda Desa Tongo, Desa Pelita Hijau, Desa Batu Hijau, dan Desa Uabanga dengan total 221 KK atau 954 jiwa terdampak.

Selain Bone Pantai, kekeringan juga mendera Kecamatan Suwawa Selatan yang meliputi Desa Libungo, Desa Pancuran, dan Desa Molingtogupo. Pendataan juga dilakukan di Kecamatan Kabila Bone dengan Desa Modelomo sebanyak 120 KK atau 219 jiwa terdampak, Kecamatan Bulango Timur di Desa Bulotalangi Timur sebanyak 7 KK atau 19 jiwa, serta Kecamatan Tilongkabila yang meliputi Desa Butu, Tamboo, Lonuo, dan Duano.

Di Kabupaten Gorontalo wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Boliyohuto, Tibawa, Pulubala, dan Bongomeme. Kecamatan Boliyohuto mencatat jumlah terdampak terbesar, yakni 495 KK atau 1.624 jiwa, yang tersebar di Desa Iloheluma, Parungi, Dulohupa, dan Motoduto.

“Pendataan juga masih berlangsung di Kecamatan Tibawa, Pulubala, dan Bongomeme,” ucap Tahir.

Di Kabupaten Gorontalo Utara kekeringan terjadi di Kecamatan Tomilito berada di Desa Bulango Raya yang meliputi Dusun Somulango, Dusun Sangobungo, dan Dusun Sangobungo Utara dengan total 296 KK atau 916 jiwa terdampak.

Ancaman Kebakaran dan Status Siaga Darurat

Armada pemadam kebakaran milik BPBD Provinsi Gorontalo saat memadamkan kebakaran di Desa Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.
Armada pemadam kebakaran milik BPBD Provinsi Gorontalo saat memadamkan kebakaran di Desa Monano, Kabupaten Gorontalo Utara.

Menurut Tahir, dampak musim kemarau tidak hanya menyebabkan krisis dan kesulitan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan ancaman kekeringan berkepanjangan serta kebakaran hutan dan lahan.

"Selain krisis air bersih, dampak yang muncul adalah kekeringan dan meningkatnya potensi kebakaran hutan maupun lahan akibat kondisi cuaca yang semakin kering," katanya.

Hingga saat ini, Kabupaten Gorontalo menjadi satu-satunya daerah yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, yang berlaku selama 90 hari, mulai 20 Juli hingga 17 Oktober 2026.

Sementara Kabupaten Gorontalo Utara telah mengajukan penetapan status siaga darurat dan masih menunggu keputusan pemerintah daerah, sedangkan Kabupaten Bone Bolango tengah memproses usulan serupa.