JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan adanya sanksi disiplin berat berupa penurunan dari jabatan (demosi) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat judi online (judol).
Hal ini ditegaskan Tito ketika ditanya terkait temuan keterlibatan banyak aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten dan kota di Jawa Barat dalam praktik judi online.
"Kalau seandainya ada (ASN) yang terindikasi judol, ya sebaiknya dilakukan tindakan sesuai dengan aturan yang ada. Mulai dari yang paling ringan berupa teguran sampai sanksi yang lain, misalnya termasuk demosi," kata Tito saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).
Dia menegaskan, mekanisme penindakan ASN yang terlibat judi online berada di tangan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
"Kalau mekanismenya kan kembali kepada PPK. Sudah ada SOP-nya, aturannya (sanksi)," kata dia.
Namun, Tito tetap mengharapkan adanya sosialisasi mengenai penyebab dan bahaya judi online, bukan hanya penindakan.
Menurut Tito, sosialisasi bahaya judi online (judol) harus diperluas secara nasional ke seluruh pelosok daerah, bukan hanya di Jawa Barat.
"Ini harus terus dilakukan secara masif, bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga seluruh kepala daerah yang lain," kata dia.
ASN Jabar main judi online
Sebelumnya diberitakan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkap adanya dugaan keterlibatan banyak aparatur sipil negara (ASN) di kabupaten dan kota di Jawa Barat dalam praktik judi online.
Informasi tersebut diperoleh Erwan saat bersilaturahmi dengan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Jakarta.
"Numpuk. Banyak sekali ASN di Jawa Barat, terutama di kota-kota besar ya, di Bekasi, Bandung, dan sekitarnya, banyak sekali yang terlibat judol," ujar Erwan saat ditemui di Hotel Pullman Bandung, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan informasi dari PPATK, Erwan menyebut jumlah ASN di Jawa Barat yang diduga terlibat judi online mencapai lebih dari seribu orang.
Selain jumlahnya banyak, nilai transaksi yang tercatat juga disebut sangat besar, dimulai dari 100 juta hingga terbesar Rp 800 juta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.