Revitalisasi 13 Titik di Keraton Solo, PB XIV Mangkubumi Targetkan Rampung Desember

Revitalisasi 13 Titik di Keraton Solo, PB XIV Mangkubumi Targetkan Rampung Desember

SOLO, KOMPAS.com - Revitalisasi 13 titik kawasan Keraton Solo akan dimulai pada Kamis (23/7/2026) mendatang.

Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi mengatakan, pengerjaan revitalisasi tidak dapat ditunda lagi.

"Ya ini baru mau dimulai. Ini yang ini kita upayakan dulu karena sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Ya ini mengupayakan dulu yang atas untuk supaya tidak menjadi beban," ujar PB XIV Mangkubumi, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, pada tahap awal, revitalisasi menyasar beberapa bagian, salah satunya Bangsal Pradonggo.

Sementara untuk titik-titik lainnya yang akan direvitalisasi meliputi Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Keraton Kilen hingga Keputren dan Ndalem Ageng.

"Itu Keraton Kilen kan mencakup beberapa tempat memang itu. Nanti semuanya Pakubuwanan, Langen Katong itu semuanya nanti didandani serempak. Tapi mungkin mulainya dari museum dulu," katanya.

Fokus Revitalisasi Museum

Ia mengatakan, fokus utama revitalisasi yakni Museum Keraton Solo. Sebab koleksi-koleksi yang ada di dalamnya perlu ditata melalui mekanisme yang benar.

"Ada 13 titik. Tapi mungkin nanti fokusnya paling banyak ada di museum karena koleksi-koleksi ini juga harus segera dikonservasi semua, didata semua, diinventaris semua. Harus melalui mekanisme yang benar karena memang menyimpan banyak koleksi-koleksi yang harus benar-benar terawat untuk ke depannya," terangnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi akan dikebut supaya bisa selesai pada Desember 2026.

Sebab, rencananya juga akan ada kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI.

"Tapi tetap ini nanti kita usahakan semuanya langsung bisa barengan, barengan, tidak berurutan begitu loh. Karena kita mengejar supaya, ini serentak semua juga," jelasnya.

Ia menyebutkan, saat revitalisasi selesai pada akhir tahun, beragam revitalisasi kawasan Keraton Solo lainnya akan menanti.

"Insyaallah, insyaallah. Kalau bisa tahun ini selesai. Tahun depan mungkin yang lain lagi, begitu nanti. Kan revitalisasi kan akan berlanjut terus," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang