- Chelsea resmi merekrut Marco Palestra dari Atalanta seharga 57 juta euro, menjadikannya pemain terbaru dari Serie A yang bergabung ke Stamford Bridge pada musim panas 2026.
- Dalam lima tahun terakhir, Chelsea kerap mendatangkan pemain dari Serie A seperti Lukaku, Zakaria, Casadei, dan Koulibaly dengan hasil beragam—beberapa gagal memenuhi ekspektasi klub.
- Palestra dinilai punya potensi besar berkat fleksibilitasnya sebagai bek sayap dan gelandang sayap, serta diharapkan berkembang di bawah arahan manajer baru Xabi Alonso.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Chelsea resmi memperkenalkan Marco Palestra sebagai rekrutan terbarunya pada musim panas 2026. Pemain berusia 21 tahun ini dibeli dari Atalanta seharga 57 juta euro atau Rp1,17 triliun. Dalam beberapa musim terakhir, Chelsea kerap membeli pemain dari Serie A Italia. Per 5 Juli 2026, Palestra menjadi nama terbaru yang didatangkan ke Stamford Bridge.
1. Dibeli mahal seharga 113 juta euro, Romelu Lukaku terlibat kontroversi hingga dijual
Romelu Lukaku berlabuh ke Chelsea pada musim panas 2021. Kala itu, ia dibeli dari Inter Milan dengan harga fantastis 113 juta euro atau Rp2,32 triliun. Ini tidak terlepas dari ketajamannya yang membukukan 64 gol dan 15 assist dari 95 laga hanya dalam 2 musim.
Striker Belgia ini menjalani periode keduanya setelah yang pertama pada 2011–2012. Bisa dibilang, Lukaku mengalami pasang surut performa dengan membuat 15 gol dan 2 assist dari 44 laga pada 2021/2022. Ditambah lagi, ia juga terlibat kontroversi pada tengah musim.
Lukaku secara terbuka mengkritik Thomas Tuchel sebagai pelatih Chelsea saat itu karena kurangnya menit bermain. Ini membuatnya terpinggirkan dari skuad dan dilepas ketika musim berakhir. Ia beberapa kali dipinjamkan sebelum akhirnya dijual kepada Napoli pada 2024. Chelsea rugi besar sebab sang pemain hanya laku 30,4 juta euro atau Rp631 miliar.
2. Denis Zakaria hanya semusim di Chelsea sebagai pemain pinjaman dari Juventus
Pada musim panas 2022, Chelsea mendatangkan Denis Zakaria dari Juventus. Ia datang dengan status pinjaman untuk musim 2022/2023. Biaya peminjamannya mencapai 3 juta euro atau setara Rp617 miliar. Kehadirannya diperuntukkan memperkuat lini tengah.
Sayangnya, Zakaria tak mampu menampilkan performa terbaiknya. Gelandang asal Swiss ini hanya memainkan sebelas laga dengan mayoritas sebagai pengganti. Dengan penampilannya yang tidak sesuai harapan, Chelsea mengembalikannya ke Turin pada musim panas 2023.
3. Cesare Casadei gagal memenuhi ekspektasi sehingga sering dipinjamkan
Chelsea merekrut Cesare Casadei dari Inter Milan pada musim panas 2022. Kala itu, ia dinilai sebagai prospek sebab potensinya sebagai pemain 19 tahun. Chelsea membelinya seharga 14,86 juta euro atau Rp305 miliar dengan harapan bisa memolesnya.
Namun, Casadei gagal bersaing dan mengeluarkan potensi terbaiknya. Chelsea lalu meminjamkannya ke sejumlah klub demi menambah jam terbang. Namun ketika kembali, ia belum sesuai harapan. Meski diberi kesempatan tampil 17 kali, ia tak mampu mencetak gol. Casadei akhirnya dilepas Chelsea ke Torino pada Februari 2025.
4. Kalidou Koulibaly menjadi andalan lini belakang meski hanya singkat di Chelsea
Kalidou Koulibaly menjadi pemain terakhir dari gelombang pembelian Chelsea dari klub Serie A pada musim panas 2022. Berbeda dengan dua nama sebelumnya, Koulibaly datang dengan pengalaman setelah 8 tahun di Napoli. Chelsea menebusnya 41,9 juta euro atau Rp862 miliar.
Bek asal Senegal ini hanya semusim di Stamford Bridge. Sejatinya, Koulibaly tampil menjanjikan dalam 32 laga dengan 2 gol dan 1 assist. Namun, ia merasa menit bermainnya kurang banyak. Ia kemudian memutuskan pindah ke Al-Hilal pada musim panas 2023.
5. Marco Palestra dibeli Chelsea berkat talentanya sebagai gelandang serbabisa
Chelsea merekrut Marco Palestra dari Atalanta seharga 57 juta euro atau Rp1,17 triliun. Kendati dibeli dari Atalanta, Chelsea sejatinya kepincut Palestra ketika dipinjamkan kepada Cagliari pada 2025/2026. Ia mampu mencatatkan 37 laga dengan sumbangsih 1 gol dan 4 assist. Performa ini membuatnya menyabet penghargaan Serie A Defender of the Season.
Dengan usia yang masih 21 tahun, Chelsea memercayai potensinya bisa lebih optimal. Terlebih lagi, Xabi Alonso sebagai manajer baru dikenal mampu memaksimalkan pemain muda. Palestra menawarkan fleksibilitasnya ke dalam permainan. Dominan menjadi bek sayap, ia juga bisa menjadi gelandang sayap. Sosoknya yang serbabisa bakal menjadi keunggulan dibawa ke skuad.
Palestra mempunyai peluang untuk membuktikan kualitasnya di Chelsea. Namun, Chelsea mestinya tidak berekspektasi terlalu tinggi. Ini mengingat beberapa rekrutan sebelumnya dari Serie A mengecewakan. Meski begitu, sang pemain punya modal apik untuk bisa bersaing dan mengeluarkan performa terbaiknya. Patut ditunggu kiprah Palestra pada 2026/2027 mendatang.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.