KATINGAN, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun tangan menyelidiki penyebab gugurnya anggota Polres Katingan saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (2/7/2026).
Sejauh ini, terdapat tiga polisi yang gugur, yakni Aipda Yudhi Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadham, dan Aiptu Sumariyanto.
Kompolnas ingin memastikan apakah polisi meninggal akibat masuk ke sungai atau justru sudah kehilangan nyawa sebelum berada di aliran sungai tersebut.
Kompolnas Telusuri Penyebab Kematian
Komisioner Kompolnas Choirul Anam atau Cak Anam mengatakan, pihaknya tidak ingin ada simpang siur mengenai penyebab meninggalnya polisi setelah operasi di Katingan.
"Ini biar enggak simpang siur karena ada yang bilang, nyebur di sungai. Ada yang memang bilang kematiannya, penyebab kematiannya sebelum di sungai itu sudah meninggal," kata Cak Anam, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Senin (6/7/2026).
Kompolnas juga akan mendalami kemungkinan kedua mengenai tindakan kekerasan sebelum para korban berada di sungai.
Berdasarkan dugaan sementara, polisi yang gugur sempat ditangkap, disekap, dan dianiaya sebelum dibuang ke sungai.
Apabila dugaan tersebut terbukti, Anam menilai kasus itu tidak lagi sebatas pembunuhan terhadap anggota Polri, melainkan menjadi bentuk perlawanan serius terhadap negara dalam pemberantasan narkotika.
Oleh sebab itu, Anam meminta seluruh pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya apabila terbukti terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kompolnas Turun Ke Lokasi
Anam mengatakan, ia sudah tiba di Palangka Raya dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Katingan serta lokasi kejadian perkara untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti meninggalnya ketiga anggota Polri tersebut.
Ia mengakui, pengungkapan kasus narkotika di wilayah pedalaman memiliki tantangan tersendiri dibandingkan daerah perkotaan.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah kondisi jaringan komunikasi yang tidak stabil .
Meski demikian, Kompolnas menegaskan akan terus memberikan dukungan kepada jajaran Polres Katingan dalam memberantas peredaran narkotika yang menjadi bagian dari program Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Masyarakat Diminta Ikut Perangi Narkoba
Anam menambahkan, setiap operasi kepolisian di berbagai daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda.
Namun, menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya memerangi peredaran narkotika.