Jakarta, Beritasatu.com - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Diding Boneng, aktor senior yang memiliki nama asli Zainal Abidin, meninggal dunia pada usia 76 tahun.
Sosok yang juga dikenal sebagai Diding Zetta ini meninggalkan jejak panjang di industri seni Tanah Air, mulai dari panggung teater, serial televisi, hingga puluhan film layar lebar.
Informasi wafatnya Diding Boneng disampaikan melalui unggahan resmi Instagram Sanggar Perkasa. Dalam unggahan tersebut, keluarga besar sanggar mengenang dedikasi almarhum yang selama ini aktif membimbing dan menginspirasi anak-anak di komunitas seni tersebut.
Lantas, siapa sebenarnya Diding Boneng dan bagaimana perjalanan kariernya di dunia hiburan Indonesia? Berikut profil lengkapnya.
Profil Diding Boneng
Diding Boneng memiliki nama asli Zainal Abidin. Ia juga dikenal dengan nama Diding Zetta. Aktor kelahiran Jakarta, 3 Maret 1950, ini telah berkarya di dunia seni sejak 1973 dan terus aktif hingga usia senja.
Salah satu ciri khas yang membuat Diding Boneng mudah dikenali adalah gigi tonggosnya. Keunikan tersebut justru menjadi identitas kuat yang membedakannya dari aktor lain. Berkat karakteristik itu, ia kerap dipercaya memerankan tokoh pendukung yang meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Selain aktif sebagai aktor, Diding juga dikenal sebagai ayah dari lima orang anak. Hingga akhir hayatnya, ia masih terlibat dalam berbagai kegiatan seni, termasuk mengajar akting di sejumlah institusi pendidikan.
Karier Diding Boneng dimulai dari dunia teater pada 1973. Ia aktif mendirikan sekaligus membina kelompok teater dan berhasil meraih berbagai prestasi pada festival teater remaja. Selama berkecimpung di panggung teater, ia memperoleh banyak medali, sertifikat, dan piagam penghargaan.
Pengalaman panjang di dunia teater menjadi fondasi penting yang membentuk kemampuan aktingnya hingga mampu bertahan selama puluhan tahun di industri hiburan.
Pada 1980, Diding mengawali karier perfilmannya melalui film Tiga Dara Mencari Cinta. Namun, namanya mulai dikenal luas setelah membintangi serial televisi Rumah Masa Depan yang tayang pada 1983 hingga 1986.
Asal-usul Nama Diding Boneng
Dalam serial Rumah Masa Depan, Zainal Abidin memerankan tokoh penjahat bernama Boneng. Peran tersebut begitu melekat di ingatan masyarakat hingga publik lebih mengenalnya sebagai Diding Boneng.
Nama itu kemudian terus digunakan sepanjang perjalanan kariernya dan menjadi identitas yang dikenal luas di dunia hiburan Indonesia.
Populer Lewat Film Warkop DKI
Popularitas Diding Boneng semakin meningkat ketika membintangi sejumlah film komedi bersama Warkop DKI. Meski sering tampil sebagai pemeran pendukung, karakter yang dibawakannya selalu memberi warna tersendiri dalam setiap cerita. Beberapa film yang memperkuat namanya antara lain:
- Godain Kita Dong (1989)
- Lupa Aturan Main (1990)
- Bebas Aturan Main (1991)
- Bagi-Bagi Dong (1993)
- Pencet Sana Pencet Sini (1994)
Perannya yang khas membuat Diding Boneng menjadi salah satu wajah yang lekat dengan film-film komedi Indonesia pada era 1980-an hingga 1990-an.
Tetap Berkarya hingga Usia Senja
Produktivitas Diding Boneng tidak berhenti setelah era keemasan film komedi. Ia tetap aktif membintangi film hingga beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, ia tampil dalam film KKN di Desa Penari. Dua tahun kemudian, Diding kembali hadir sebagai Mbah Buyut dalam film Badarawuhi di Desa Penari (2024). Pada tahun yang sama, ia juga membintangi The Torture: Beranak dalam Kubur.
Di luar dunia perfilman, Diding tetap mengikuti berbagai kegiatan teater dan menerima tawaran mengajar akting, terutama dari lingkungan kampus serta institusi pendidikan.
Filmografi Diding Boneng
Film
- Tiga Dara Mencari Cinta (1980)
- Catatan Si Boy I (1987)
- Siapa Menabur Benci akan Menuai Bencana (1988)
- Catatan Si Boy II (1988)
- Godain Kita Dong (1989)
- Kanan Kiri OK (1989)
- Bercinta dalam Mimpi (1989)
- Si Gobang II: Jago-Jago Bayaran (1989)
- Giliran Saya Mana (1989)
- Catatan Si Boy III (1989)
- Gampang Gampang Susah (1990)
- Kanan Kiri OK II (1990)
- Kanan Kiri OK III (1990)
- Makelar Kodok Untung Besar (1990)
- Curi-curi Kesempatan (1990)
- Lupa Aturan Main (1990)
- Antri Dong! (1990)
- Isabella (1990)
- Gonta-ganti (1990)
- Kepingin Sih Kepingin (1990)
- Suamiku Sayang… (1990)
- Mana Bisa Tahan (1990)
- Ini Rindu (1991)
- Bebas Aturan Main (1991)
- Bisa Naik Bisa Turun (1991)
- Sudah Pasti Tahan (1991)
- Masuk Kena Keluar Kena (1992)
- Salah Pencet (1992)
- Bagi-bagi Dong (1993)
- Pencet Sana Pencet Sini (1994)
- Ngebut Kawin (2010)
- Kabayan Jadi Milyuner (2010)
- KKN di Desa Penari (2022)
- Badarawuhi di Desa Penari (2024)
- The Torture: Beranak dalam Kubur (2024)
Serial Televisi
- Rumah Masa Depan (1983–1986)
- Gara-gara (1992)
- Ada Ada Saja (1993)
- Mody Juragan Kost (1995)
- Warkop DKI (1996)
- Hantu Sok Usil (1997)
- Saras 008 (1998)
- Panji Manusia Millenium (1999–2001)
- Matahari Tertawa (2005)
Video Klip
- "Ancur" - Iwan Fals (2003)
Unggahan Duka Sanggar Perkasa
Kabar meninggalnya Diding Boneng pertama kali disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Sanggar Perkasa. Dalam unggahan tersebut, komunitas seni itu menyampaikan duka mendalam atas kepergian aktor senior bernama asli Zainal Abidin yang selama ini dikenal aktif membimbing dan berbagi pengalaman kepada anak-anak di sanggar.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un," tulis Instagram @sanggar_perkasa.
Unggahan tersebut kemudian menyampaikan rasa duka kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus mengenang sosok Diding Boneng yang begitu dekat dengan keluarga besar Sanggar Perkasa.
"Keluarga besar @sanggar_perkasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya opa @didingasli," imbuhnya.
Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Sanggar Perkasa juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi Diding Boneng selama mendampingi dan membagikan ilmu kepada para anggota sanggar. Menurut mereka, pengalaman, semangat, dan inspirasi yang diberikan almarhum akan selalu menjadi bagian dari perjalanan komunitas tersebut.
"Terima kasih atas segala ilmu, pengalaman, semangat, dan inspirasi yang telah oppa Diding berikan kepada anak-anak Sanggar Perkasa. Kebaikan serta dedikasi Bung dalam berbagi ilmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan kami," tuturnya.
Sebagai penutup, Sanggar Perkasa memanjatkan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah Swt. Mereka juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian Diding Boneng.
"Semoga Allah Swt menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini," tulis @sanggar_perkasa.
Kepergian Diding Boneng menjadi kehilangan bagi dunia hiburan Indonesia. Selama lebih dari lima dekade berkarya, ia meninggalkan jejak melalui panggung teater, serial televisi, hingga puluhan film yang masih dikenang penonton lintas generasi.