Profil Alireza Beiranvand: Pemegang 2 Rekor Guinness yang Tahan Belgia di Piala Dunia 2026

Profil Alireza Beiranvand: Pemegang 2 Rekor Guinness yang Tahan Belgia di Piala Dunia 2026

KOMPAS.com - Penampilan gemilang kiper timnas Iran, Alireza Beiranvand, menjadi salah satu kisah menarik nan inspiratis pada Piala Dunia 2026. Penjaga gawang berusia 33 tahun itu tampil luar biasa saat membantu Iran menahan imbang Belgia tanpa gol dalam laga Grup G.

Pertandingan Belgia vs Iran yang digelar di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) dini hari WIB berakhir dengan skor 0-0.

Menghadapi tim peringkat kesembilan dunia versi FIFA, Alireza Beiranvand mencatatkan tujuh penyelamatan dan mengakhiri pertandingan dengan status pemain terbaik laga.

Hasil tersebut menjaga peluang timnas Iran untuk lolos ke babak gugur setelah mengoleksi dua poin dari dua pertandingan.

Namun, perjalanan Beiranvand menuju panggung terbesar sepak bola dunia jauh lebih menarik dibandingkan statistik yang ia catat di lapangan.

Dari Hidup di Jalanan Menuju Panggung Piala Dunia

Beiranvand lahir dari keluarga nomaden Kurdi-Lak di wilayah pegunungan Lorestan, Iran. Masa kecilnya diwarnai kemiskinan dan penolakan dari sang ayah terhadap impiannya menjadi pesepak bola.

Bagi keluarganya saat itu, sepak bola dianggap sebagai kemewahan yang sulit dijangkau. Membeli sarung tangan kiper bahkan dinilai sebagai pemborosan.

Ketika masih remaja, Beiranvand meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke Teheran dengan uang saku seadanya untuk mengejar impian menjadi pemain profesional.

Sesampainya di ibu kota Iran, ia tidak memiliki tempat tinggal maupun kenalan. Selama berbulan-bulan, Beiranvand tidur di sekitar kompleks klub sepak bola sembari berharap mendapat kesempatan menunjukkan kemampuannya.

Bek Ramin Rezaeian dari timnas Iran memeluk rekan setimnya, kiper Alireza Beiranvand, pada laga Grup G antara Belgia dan Iran di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Los Angeles di Los Angeles, Amerika Serikat, 21 Juni 2026.
Bek Ramin Rezaeian dari timnas Iran memeluk rekan setimnya, kiper Alireza Beiranvand, pada laga Grup G antara Belgia dan Iran di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Los Angeles di Los Angeles, Amerika Serikat, 21 Juni 2026.

Untuk bertahan hidup, ia bekerja serabutan. Mulai dari menyapu jalan, mencuci ban kendaraan di tempat pencucian mobil, bekerja di pabrik konveksi hingga membantu membuat adonan di sebuah toko pizza.

Di tengah kehidupan keras itu, para pelatih mulai menyadari kemampuan fisiknya yang tidak biasa.

Sejak kecil, Beiranvand terbiasa memainkan permainan tradisional bernama Dalparan, yang mengharuskannya melempar batu sejauh mungkin untuk membantu menjaga ternak di daerah pegunungan.

Aktivitas tersebut tanpa disadari membentuk kekuatan lemparan yang kemudian menjadi ciri khasnya sebagai penjaga gawang.

Pemegang Dua Rekor Dunia Guinness

Kemampuan distribusi bola Beiranvand kemudian membawanya masuk ke dalam Buku Rekor Dunia Guinness (Guinness Book of World Records).

Kiper yang kinii memperkuat Tractor SC di Liga Iran tersebut tercatat sebagai pemegang dua rekor dunia di sepak bola.

Bek Ramin Rezaeian dari timnas Iran memeluk rekan setimnya, kiper Alireza Beiranvand, pada laga Grup G antara Belgia dan Iran di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Los Angeles di Los Angeles, Amerika Serikat, 21 Juni 2026.
Bek Ramin Rezaeian dari timnas Iran memeluk rekan setimnya, kiper Alireza Beiranvand, pada laga Grup G antara Belgia dan Iran di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Los Angeles di Los Angeles, Amerika Serikat, 21 Juni 2026.(XinHua/Bai Xuefei)

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app