Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

  • Nikotin disebut memiliki efek mirip kafein dalam meningkatkan fokus.
  • Pakar: Risiko terbesar merokok berasal dari tar hasil pembakaran.
  • Produk tembakau alternatif ditujukan bagi perokok dewasa, bukan non-perokok.

Suara.com - Konsumsi kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Kandungan kafein dalam kopi selama ini dikenal mampu membantu meningkatkan fokus, menjaga suasana hati, hingga memberikan efek relaksasi. Menariknya, sejumlah pakar menyebut nikotin memiliki karakteristik yang serupa dalam memberikan efek stimulasi terhadap otak.

Pakar Tobacco Harm Reduction (THR) asal Inggris, Clive Bates, mengatakan nikotin merupakan zat legal yang digunakan banyak orang karena mampu memberikan stimulasi otak, meningkatkan konsentrasi, membantu mengatur suasana hati, serta memberikan efek relaksasi.

Menurut dia, dari sisi cara kerja terhadap otak, nikotin memiliki kemiripan dengan kafein karena sama-sama memengaruhi pelepasan dopamin yang berperan dalam meningkatkan fokus dan fungsi kognitif.

"Nikotin adalah zat legal yang banyak digunakan karena memberikan stimulasi otak, pengaturan suasana hati, dan peningkatan kognitif. Dalam hal ini, nikotin mirip dengan kafein. Selain itu, sebagai zat tersendiri, nikotin bukan penyebab utama penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok," ujar Clive Bates, dikutip Senin (13/7/2026).

Clive menilai tantangan utama dalam kesehatan masyarakat bukan semata menghilangkan penggunaan nikotin, melainkan menyediakan pilihan yang memiliki profil risiko lebih rendah bagi perokok dewasa yang tetap membutuhkan nikotin.

Menurutnya, pendekatan pengurangan bahaya (harm reduction) dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok.

Senada dengan Clive, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menegaskan masyarakat perlu memahami perbedaan antara efek nikotin dengan bahaya yang ditimbulkan proses pembakaran tembakau.

Ia menjelaskan rokok konvensional menghantarkan nikotin secara cepat, tetapi juga menghasilkan asap yang mengandung tar, karbon monoksida, serta berbagai senyawa beracun lainnya.

"Sebagian besar risiko penyakit akibat kebiasaan merokok berasal dari proses pembakaran tersebut, bukan dari nikotin," kata Paido.

Karena itu, menurutnya, kini tersedia sejumlah produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik, dan kantong nikotin yang tidak melalui proses pembakaran sehingga berpotensi mengurangi paparan zat berbahaya yang dihasilkan asap rokok.

Meski demikian, Paido menegaskan bahwa seluruh produk tersebut bukanlah produk tanpa risiko.

Ia mengingatkan nikotin tetap dapat menyebabkan ketergantungan sehingga produk tembakau alternatif hanya diperuntukkan bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional, bukan bagi anak-anak maupun masyarakat yang belum pernah merokok.