WARTAKOTALIVE.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menyindir demonstrasi yang dibayar di Indonesia.
Sindiran itu disampaikan Prabowo dalam pidato di Gorontalo pada Rabu (24/6/2024) selang sehari insiden mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) ketahuan dibayar oleh Polisi saat unjuk rasa.
Awalnya, di hadapan para petani dan nelayan Prabowo menyinggung soal sosok sopan yang menurutnya memang berbeda dengan dirinya.
Namun kata Prabowo, untuk apa sopan jika pada akhirnya tetap mencuri uang rakyat.
Prabowo pun kemudian memparodikan pidato sopan yang berbeda 180 derajat dengan dirinya yang blak-blakan.
Prabowo juga mengaku tidak khawatir pidatonya dikutip yang tidak-tidak oleh wartawan.
“Nanti gue dihajar lagi yang gitu-gitu, emang gue pikirin,”
“Kalian lebih pilih tahu hati saya kan? daripada nyenyenye ngomong sopan-sopan tapi tetap maling,” ucap Prabowo.
Menurut Prabowo, dirinya sudah sangat paham dengan manusia Indonesia. Dia pun mengaku tahu bahwa ada demonstran yang dibayar.
Padahal kata Prabowo, mahasiswa itu tidak paham betul dengan permasalahan negara yang diprotes.
Prabowo bahkan mengaku tahu siapa saja sosok yang membayar unjuk rasa di Indonesia dan dirinya sekaligus memberikan peringatan.
“Saya kasih peringatan itu, saya tahu siapa-siapa yang bayar demo, saya tahu itu,” ucap Prabowo.
Diketahui sebelumnya geger jajaran anggota BEM UBK dipajang di tengah kampus oleh ratusan mahasiswa.
Mereka disidang di tengah kampus lantaran menerima Rp20 juta untuk memindahkan lokasi unjuk rasa dari depan Istana Negara ke DPR RI.
Para pendemo yang dibayar itu pun sebelumnya sempat bertemu dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana saat unjuk rasa.
Pihak Rektorat UBK sendiri membenarkan hal tersebut. Pihak Rektorat UBK menjelaskan seorang Polisi memberikan uang Rp20 juta agar demonstran pindah lokasi unjuk rasa dari Istana ke DPR RI.
Uang tersebut diterima oleh BEM UBK namun mereka tidak pindah lokasi demo dan tetap unjuk rasa di Istana Negara hingga bertemu Gibran Rakabuming Raka.