Prabowo: Negara Tak Boleh Matikan Mimpi Bela Timnas Indonesia

Prabowo: Negara Tak Boleh Matikan Mimpi Bela Timnas Indonesia

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara harus hadir untuk membuka jalan bagi anak-anak Indonesia yang bercita-cita membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Dalam pesan Prabowo di Kongres PSSI 2026, orang nomor satu di Indonesia itu menekankan negara tidak boleh menjadi penghalang lahirnya talenta sepak bola nasional.

Pesan tersebut disampaikan melalui pidato Presiden Prabowo yang dibacakan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan simbol persatuan, harapan, dan kebanggaan bangsa. Karena itu, negara harus memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita sebagai pemain timnas.

"Saya ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak Indonesia yang mimpinya untuk membela timnas pupus karena negara tidak hadir. Negara harus membuka jalan, bukan mematikan mimpi mereka," ujar Prabowo dalam pidatonya yang dibacakan Erick Thohir.

Presiden Prabowo menilai potensi pesepak bola Indonesia tersebar di seluruh wilayah Tanah Air. Oleh sebab itu, pembinaan usia dini harus menjadi prioritas agar bakat-bakat terbaik tidak terlewatkan.

Menurutnya, setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun daerah asal, berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional.

"Tugas negara adalah menemukan, membina, dan memberi kesempatan yang adil kepada mereka," tegasnya.

Prabowo menegaskan pemerataan akses pembinaan menjadi kunci dalam menciptakan regenerasi pemain yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meminta PSSI menyusun blueprint sepak bola nasional sebagai pedoman pengembangan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.

Ia berharap pembinaan dilakukan secara sistematis, mulai dari level akar rumput, akademi, kompetisi usia muda, hingga tim nasional senior.

Blueprint tersebut, menurut Prabowo, tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi sepak bola nasional yang kuat dalam jangka panjang.

"Saya meminta PSSI menyusun blueprint yang jelas, terukur, dan berkelanjutan agar cita-cita Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 bisa diwujudkan," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen memberikan dukungan terhadap pembangunan sepak bola nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa target besar tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, pemerintah, PSSI, klub, akademi sepak bola, pelatih, hingga masyarakat harus bergerak bersama membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.

Dengan sinergi tersebut, Prabowo berharap Indonesia mampu melahirkan generasi baru pesepak bola yang berprestasi di tingkat dunia sekaligus mengharumkan nama bangsa.

Pesan Prabowo dalam Kongres PSSI 2026 sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan sepak bola nasional harus dimulai dari pembinaan yang merata, kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia, serta perencanaan jangka panjang yang konsisten demi mewujudkan target tampil di Piala Dunia 2030.

Prabowo Subianto

Kongres PSSI 2026

Erick Thohir

Timnas Indonesia