MOJOKERTO, KOMPAS.com – Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Mojokerto belum memiliki perpustakaan yang layak dalam mendukung akses literasi bagi para siswa.
Sebagian ruangannya ada yang rusak, sebagian lainnya sudah memiliki koleksi buku, tetapi pengelolaannya belum optimal, di antaranya ada di SDN Sidoharjo 1 di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Di SD ini, ruang perpustakaannya sudah bertahun-tahun rusak dan tidak dibuka untuk para siswa.
Dari pantauan di lapangan, perpustakaan di SD tersebut masih menyimpan beberapa buku yang tertata di beberapa rak yang ada di dalam perpustakaan.
Namun, beberapa sudut atap perpustakaan sudah mulai lapuk.
”Sebetulnya buku itu sebetulnya sudah rapi. Tapi, atapnya yang samping itu tidak layak, jadi saya juga takut kalau kena anak-anak. Akhirnya, sekarang kami buat pojok baca di kelas masing-masing," ungkap Muntianna, Kepala SD N Sidoharjo 1, kepada Kompas.com, Jumat (10/7/2026).
Dengan adanya pojok baca tersebut, menurut Muntianna, para siswa bisa menjadikan masing-masing kelas sebagai rumah literasi mereka.
Buku yang dipajang pun beragam, mulai dari buku pengetahuan umum hingga buku-buku lainnya.
"Jadi, sebelum masuk, anak-anak bisa baca-baca di situ, atau saat istirahat, selain bermain juga bisa baca. Terserah anaknya," ujar Muntianna.
Kondisi berbeda terjadi di SDN Sooko 2, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang baru memiliki perpustakaan tahun ini dan saat ini tengah proses penyiapan pengelolaannya sekaligus mempersiapkan akreditasi perpustakaan sekolah.
Sama seperti SDN Sidoharjo 1, sebelum perpustakaan di sana aktif, para siswa memanfaatkan pojok baca yang ada di masing-masing kelas dalam mengakses literasi.
Baru tahun ini akhirnya SDN Sooko 2 mendapat bantuan pembangunan ruang perpustakaan.
"Kondisi perpustakaan sendiri bisa saya katakan memang belum maksimal. Cuma kemarin saya sudah berusaha ini. Jadi, dulu perpustakaannya di lorong-lorong saja karena belum punya ruang. Sekarang sudah punya ruang, sudah dicat, dan sebagainya," ucap Abdul Hamid, Kepala SDN Sooko 2, kepada Kompas.com.
"Tinggal ditata. Baru ini, baru 2026. Sebelumnya tidak punya. Sebelumnya ya di lorong-lorong, di pojok baca," tuturnya.
Menurut Hamid, dalam melengkapi koleksi buku-buku perpustakaan nantinya, selain memanfaatkan buku yang telah ada di beragam pojok baca di sekolah, ia juga mengimbau para siswa SDN Sooko 2 yang berjumlah 391 siswa masing-masing membawa 1 buku dari rumah.