JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan kendaaran Pindad Maung TNI yang menabrak plang atau tiang rambu jalan di Tol Dalam Kota, tepatnya di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, diduga terjadi akibat pengemudi mengalami microsleep.
Hal itu disampaikan Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa berdasarkan hasil penyelidikan sementara.
"Patut diduga pengemudi mengantuk atau mengalami microsleep," kata Kharisma melalui pesan singkat, Kamis (9/7/2026).
"Menurut keterangan, driver mengantuk jadi microsleep," tambahnya.
Peristiwa kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.
Saat kejadian, pengemudi mobil dinas TNI berpelat nomor 334-02 melaju dari arah timur menuju barat.
"Setibanya di TKP tepatnya di offramp Pulo dia/KM 9.800 (A) tiba-tiba kendaraan hilang kendali dan menabrak separator serta tiang rambu-rambu di lokasi tersebut," ucap Kharisma.
Akibatnya, plang atau tiang rambu jalan roboh setelah tertabrak kendaraan dinas milik TNI tersebut.
Kharisma menyampaikan, dalam kasus kecelakaan ini, pihak TNI juga telah datang ke lokasi.
"Dari POM TNI juga sudah datang karena yang terlibat laka anggota TNI," tuturnya.
Akibat kecelakaan tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
"(Korban) penumpang (mobil) dua orang, laki-laki dan perempuan, laki-laki (luka kedua kaki), perempuan (luka di bagian wajah), selanjutnya korban di evakuasi dibawa ke RS AD Ridwan Meuraksa Jakarta Timur," tuturnya.
Sementara itu, kendaraan dinas TNI yang terlibat kecelakaan telah diamankan.
Proses Evakuasi Selesai
Proses evakuasi plang atau tiang rambu jalan yang roboh setelah ditabrak mobil dinas TNI berpelat nomor 334-02 di Tol Dalam Kota, depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, telah rampung pada Kamis (9/7/2026) siang.
Pengerjaan selesai sekitar pukul 11.25 WIB dengan dibantu petugas Jasa Marga.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.