Polisi Olah TKP Kecelakaan McLaren di Sukoharjo, Dalami Kecepatan Saat Benturan

Polisi Olah TKP Kecelakaan McLaren di Sukoharjo, Dalami Kecepatan Saat Benturan

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Satlantas Polres Sukoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan yang melibatkan mobil McLaren 720 S di Jalan Sukoharjo-Wonogiri, Telukan, Grogol, Sukoharjo, Kamis (9/7/2026).

Kecelakaan yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) itu mengakibatkan mobil terbelah menjadi dua.

Kendaraan ini dikemudikan oleh content creator sekaligus YouTuber game asal Sukoharjo, Andra ST dan seorang penumpang, Robby Pantjoro, asal Jakarta Selatan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian mengatakan, olah TKP dilakukan untuk mengetahui kecepatan yang terjadi saat benturan, serta untuk melengkapi penyelidikan.

Petugas polisi melakukan pengukuran dari awal kendaraan mengalami selip, hilang kendali, lalu menabrak tiang listrik.

"Kita mulai dari titik crash, di mana kendaraan mulai mengalami selip, ban mengalami selip. Kemudian limbung ke arah kiri, kemudian terkena tiang listrik. Begitu kena tiang listrik ini kendaraan terbelah dua," ujar Ardian kepada awak media, Kamis (9/7/2026).

"Mesinnya terlempar sampai di mana, kabinnya terlempar sampai di mana, kita ukur. Mulai dari titik crash sampai di mana kendaraan itu berhenti kita ukur," urainya.

Bukti Rekaman Video

Tangkapan layar video detik-detik kecelakaan tunggal McLaren di Jalan Sukoharjo-Solo, Rabu (8/7/2026) pukul 01.45 WIB
Tangkapan layar video detik-detik kecelakaan tunggal McLaren di Jalan Sukoharjo-Solo, Rabu (8/7/2026) pukul 01.45 WIB

Polisi telah mengantongi sejumlah bukti berupa rekaman video yang merekam insiden tersebut dan memeriksa sejumlah saksi.

Berdasarkan hasil olah TKP sementara, pihaknya menyebutkan insiden tersebut murni kecelakaan tunggal.

"Kesimpulan sementara dari kami. Kami juga melihat dari video yang sudah kami dapatkan, dari mulai simpang empat hingga kejadian. Kemudian dikuatkan dengan olah TKP saat ini, memang benar ini kejadian laka lantas tunggal," terang Ardian.

Menurutnya, kecelakaan tunggal tersebut disebabkan oleh ban selip.

"Ada bekas ban yang sudah kami cek, sehingga dugaan sementara dari hasil olah TKP ini bahwa benar laka lantas tunggal yang diakibatkan karena ban selip," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang