SEMARANG, KOMPAS.com – Polrestabes Semarang belum dapat menyimpulkan penyebab ledakan dan kebakaran di PT Raw Botanical Nusantara, Kawasan Industri Candi (KIC), Ngaliyan, Kota Semarang.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pun ditunda hingga pekan depan karena menunggu vendor peralatan produksi datang ke Semarang.
Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, penyidik masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
"Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran."
"Namun demikian, dari hasil penyelidikan sementara, belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya kebakaran atau ledakan tersebut," kata Riki, Jumat (3/7/2026).
Alasan olah TKP lanjutan belum bisa dilakukan
Menurut dia, olah TKP lanjutan belum bisa dilakukan karena diperlukan pemeriksaan terhadap peralatan produksi yang hanya dapat dioperasikan oleh vendor atau teknisi yang memasang mesin tersebut.
"Vendor dijadwalkan akan hadir di Kota Semarang pada pekan depan, sehingga olah TKP lanjutan akan dilaksanakan setelah pihak berkompeten hadir bersama dengan nanti kami akan berkoordinasi dengan Inafis dan Labfor," ujarnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah memeriksa satu orang saksi, yakni kepala operasional PT Raw Botanical Nusantara.
Pemeriksaan terhadap saksi lain akan dilakukan menyesuaikan kebutuhan penyidikan dan hasil olah TKP.
"Dalam proses penyelidikan, penyidik tentunya telah melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi, yaitu Kepala Operasional PT Raw Botanical Nusantara."
"Pemeriksaan saksi lainnya akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan penyidikan dan perkembangan dari hasil olah TKP," katanya.
Sementara itu, delapan korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Lima di antaranya telah menjalani operasi pada Jumat pagi.
"Dari delapan korban luka, lima korban telah menjalani tindakan operasi pada pagi hari ini, sedangkan seluruh korban lainnya masih mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh dokter," ujar Riki.
Janji usut kasus secara profesional dan transparan
Polrestabes Semarang menegaskan akan mengusut kasus tersebut secara profesional dan transparan.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
"Tentunya Polrestabes Semarang akan berkomitmen melakukan penyelidikan secara profesional dan juga transparan."
"Setiap perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah didukung alat bukti dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Riki.
Sebelumnya, ledakan disertai kebakaran terjadi di PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, Kota Semarang, pada Rabu (1/7/2026).
Insiden tersebut menyebabkan satu pekerja meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan polisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang