Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya memperkuat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di tiga kabupaten wilayah Papua Pegunungan guna menyediakan data dasar yang akurat dan komprehensif mengenai kegiatan usaha serta aktivitas ekonomi.
Ratusan Petugas Diterjunkan ke Tiga Kabupaten
Kepala BPS Kabupaten Jayawijaya Arther L Purmiasa mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung pada Juni hingga Agustus di seluruh Indonesia, sementara wilayah kerja BPS Jayawijaya mencakup Kabupaten Jayawijaya, Yalimo, dan Mamberamo Tengah.
"Untuk melakukan sensus ekonomi di Kabupaten Jayawijaya, Yalimo, dan Mamberamo Tengah kami menurunkan 421 tenaga lapangan sensus ekonomi, yang telah mulai bekerja dengan dibagi masing-masing kabupaten," ungkap Arther L Purmiasa.
Ia menjelaskan pendataan bertujuan memperoleh data mengenai struktur ekonomi, peta ekonomi, serta perkembangan usaha besar, menengah, kecil, dan mikro.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan peta ekonomi yang lebih baik ke depan baik di seluruh wilayah Indonesia maupun wilayah Papua Pegunungan sebagai rencana jangka panjang tahun 2045 yaitu Indonesia emas," ujarnya.
Hadapi Tantangan Penolakan di Lapangan
Arther mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Tolikara, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang juga dilakukan oleh satuan kerja BPS di masing-masing daerah.
"Pelaksanaan sensus ekonomi juga dilaksanakan di seluruh wilayah Papua Pegunungan dengan satker BPS masing-masing daerah, hanya kami di BPS Jayawijaya yang menangani Kabupaten Yalimo dan Mamberamo Tengah," katanya.
Ia mengakui sebagian petugas sensus masih menghadapi penolakan dari masyarakat dengan berbagai alasan sehingga menjadi tantangan dalam pelaksanaan pendataan.
"Kami berharap masyarakat di tiga kabupaten yakni Jayawijaya, Yalimo, dan Mamberamo Tengah dapat mengenali petugas sensus ekonomi dari pakaian dan surat tugasnya sehingga pendataan ini dapat berjalan baik dan sesuai tenggang waktu yang diberikan," ungkapnya.