TANGERANG, KOMPAS.com - Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memasuki hari ketiga pada Kamis (2/7/2026).
Peristiwa ini memicu penurunan kualitas udara hingga masuk kategori berbahaya, memaksa penutupan akses jalan utama di sekitar lokasi, serta menyebabkan ratusan warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Sejak pertama kali berkobar pada Selasa (30/6/2026) siang, api terus meluas hingga menghanguskan sedikitnya 15 hektare area timbunan sampah.
Proses pemadaman di lapangan pun masih terus diupayakan melalui jalur darat maupun udara.
Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaporkan, kebakaran hebat ini memicu lonjakan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di sekitar area TPA hingga mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan.
Berdasarkan hasil pemantauan laboratorium bergerak KLH, kadar PM2.5 di sekitar lokasi kebakaran sempat mencapai 1.000 hingga 1.240 mikrogram per meter kubik.
Angka ini jauh melampaui baku mutu harian nasional yang ditetapkan sebesar 55 mikrogram per meter kubik.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani, menyatakan bahwa paparan asap kebakaran sangat tidak sehat bagi tubuh manusia karena turut mengandung senyawa kimia berbahaya, seperti sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx), yang berasal dari pembakaran sampah plastik.
"Pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisinya sangat tidak sehat. Untuk itu kami harapkan teman-teman bisa menggunakan masker, alat pelindung, untuk mengatasi dampak-dampak kesehatan yang ada, seperti ISPA," ujar Rasio, Kamis (2/7/2026).
Rasio juga mengimbau warga agar menghindari area sekitar TPA, sementara para petugas pemadam kebakaran diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat bertugas.
154 Warga Terserang ISPA, Satu Ibu Hamil Dirujuk
Dampak buruk pencemaran udara ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 154 warga terserang ISPA akibat terpapar asap pekat.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengonfirmasi bahwa mayoritas warga yang berobat merupakan kelompok rentan, yakni balita dan ibu hamil.
"Ada 154 orang, tapi berobat jalan semua dan sudah diobati," kata Hendra, Kamis.
Kendati sebagian besar menjalani rawat jalan, Hendra menyebut terdapat satu pasien ibu hamil yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit akibat mengalami gangguan pernapasan yang cukup serius.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.