Polda Metro Minta UBK Ungkap Oknum Polisi yang Beri Uang Rp 20 Juta ke Ketua BEM FH

Polda Metro Minta UBK Ungkap Oknum Polisi yang Beri Uang Rp 20 Juta ke Ketua BEM FH

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto meminta agar pihak Universitas Bung Karno (UBK) mengungkapkan sosok oknum polisi yang terlibat dalam penyerahan uang Rp 20 juta kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) UBK nonaktif, Muhammad Abdimaludin.

Ia menilai, sekecil apa pun informasi yang disampaikan akan diverifikasi oleh Polda Metro Jaya.

"Biar informasi ini tidak simpang siur, benar tidaknya, pihak Polda Metro Jaya akan juga melakukan koordinasi nanti dengan pihak UBK," ujar Budi di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

"Pihak UBK juga harus menyampaikan secara terbuka siapa sosok yang bersangkutan, sehingga tidak sampai orang menjadi isu liar," sambungnya.

Budi mengatakan, penyidik akan mendalami apakah sosok yang dimaksud benar merupakan anggota kepolisian atau hanya seseorang yang mengatasnamakan aparat.

Saat ditanya apakah pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak UBK atau belum, Budi menyebut informasi mengenai dugaan pemberian uang tersebut masih didalami.

"Intinya kami secara internal terhadap informasi pasti akan mendalami," tutur Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, demo mahasiswa UBK masih tetap terlaksana pada 15 Juni 2026 lalu.

Ia bilang, pada hari itu ada kunjungan dan kegiatan dari Presiden Jerman ke Istana Kepresidenan, di Jalan Medan Merdeka Utara.

"Kita sama-sama menghormati kegiatan kenegaraan tersebut sehingga dialihkan, disarankan, difasilitasi untuk tidak di depan Istana. Tapi akhirnya tetap dilaksanakan (di Merdeka Selatan) atau sebagian kan sudah ada di DPR juga," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, hasil investigasi pihak rektorat UBK mengungkap bahwa mantan Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, menerima uang Rp 20 juta dari oknum polisi.

Uang tersebut diserahkan setelah pelaksanaan demo 15 Juni 2026.

"Berdasarkan pengakuan Abdi, sebelum demo bertemu dengan tiga orang. Dua di antaranya adalah seniornya di organisasi eksternal kampus. Keduanya juga merupakan alumni UBK," ujar Ketua Tim Investigasi Demo 15 Juni UBK, Eko Suryo S, saat dihubungi Kompas.com lewat telepon, Jumat (26/6/2026).

"Lalu satu orang dari aparat. Berdasarkan pengakuan Abdi, dari kepolisian," lanjut dia.

Fakta ini terungkap dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Investigasi Demo 15 Juni UBK terhadap Abdi pada Kamis (25/6/2026).

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.