SURABAYA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengerahkan 30 personel, empat kapal, dan Alat Material Khusus (Almatsus) SAR untuk mengevakuasi korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) pagi.
Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) tersebut dilaporkan mengangkut sekitar 250 penumpang dan kru yang mayoritas merupakan sopir dan kernet logistik.
Direktur Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur Kombes Arman Asmara mengatakan kepolisian masih berfokus mengevakuasi korban.
“Kami masih proses evakuasi. Kami mengerahkan 30 personel, empat kapal dan altamsus SAR,” kata Arman saat dikonfirmasi Kompas.com pada Senin (3/8/2026).
Selain untuk mendukung proses evakuasi, Almatsus SAR digunakan untuk mengecek kondisi kapal serta mengumpulkan data dan informasi di lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kronologi KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar
Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya menerima telepon dari Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Petugas menginformasikan adanya kapal terbakar di perairan utara Madura.
Kemudian, pada pukul 08.25 WIB, PT ALP menghubungi Petugas Siaga Kantor SAR Surabaya untuk menginformasikan bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dengan person on board (POB) sekitar 250 orang terbakar.
Pihak perusahaan kapal mendapat informasi dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB.
Setelah memberikan informasi tersebut, nakhoda tidak dapat kembali dihubungi.
5 orang tewas, 231 selamat
Hingga Minggu (2/8/2026) pukul 21.00 WIB, Kantor SAR Surabaya melaporkan lima korban tewas dan 231 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Seluruh korban dievakuasi menggunakan kapal bantuan menuju Surabaya, Sumenep, dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan data tersebut, total korban yang telah dievakuasi mencapai 236 orang dari sekitar 250 orang yang dilaporkan berada di kapal.
Jumlah penumpang dan kru yang masih dalam pencarian atau belum terdata masih perlu dikonfirmasi kepada Kantor SAR Surabaya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang