LAMPUNG SELATAN, KOMPAS.com – Deretan tandan anggur berwarna hijau dan ungu bergelantungan di setiap dahan.
Buah-buah yang matang sempurna itu menyambut setiap pengunjung yang datang ke kebun BUMDes Merak Berseri di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Kilau kulit buah yang diterpa sinar matahari berpadu dengan rimbunnya daun, menghadirkan pemandangan yang membuat banyak orang tak sabar memetik dan mencicipi anggur langsung dari pohonnya.
Suasana semakin hidup ketika pengunjung menyusuri lorong-lorong tanaman anggur. Sesekali terdengar bunyi gunting pemetik buah, diselingi tawa keluarga yang mengabadikan momen di sela-sela barisan tanaman.
Di kebun ini, pengalaman memanen buah sendiri menjadi daya tarik utama.
"Konsepnya wisata petik buah. Pengunjung datang, petik buah, timbang, lalu bayar. Jadi mereka bisa menikmati pengalaman memanen anggur langsung dari pohonnya," ujar pengelola kebun, Indri Hadi, saat ditemui Kompas.com, Senin (3/8/2026).
Bibit Didatangkan dari Luar Negeri
Keberhasilan kebun anggur tersebut tidak diraih secara instan.
Indri mengatakan, sebagian besar tanaman yang kini tumbuh subur berasal dari hasil perbanyakan bibit yang ia lakukan sendiri melalui teknik grafting atau sambung.
Bibit induknya didapat dari komunitas pecinta anggur yang mengimpor berbagai varietas dari Ukraina, Thailand, hingga Jepang.
Setelah melalui proses adaptasi, bibit-bibit tersebut kemudian dikembangkan agar sesuai dengan kondisi iklim di Lampung.
Meski identik dengan wilayah subtropis, menurut Indri, tanaman anggur tetap dapat tumbuh optimal di Indonesia apabila kebutuhan dasarnya terpenuhi.
"Kalau syarat itu terpenuhi, pertumbuhan anggur akan bagus dan hasil buahnya juga maksimal," katanya.
Ia menjelaskan, tanaman anggur membutuhkan naungan, pasokan air yang cukup, media tanam yang poros agar tidak tergenang, serta paparan sinar matahari penuh sepanjang hari.
Selalu Habis dalam Lima Hari
Tingginya minat masyarakat membuat seluruh hasil panen hampir tidak pernah dipasarkan ke luar kebun.
Menurut Indri, setiap musim panen, seluruh buah biasanya habis dipetik pengunjung hanya dalam waktu beberapa hari.