Menurut Peter Bosz, sama sekali belum pasti PSV akan menjadi juara Belanda untuk keempat kalinya secara beruntun. Hal itu disampaikan sang pelatih dalam wawancara dengan Voetbal International.
Musim lalu, PSV nyaris dengan sangat mudah merebut gelar liga. Keunggulan atas peringkat kedua Feyenoord mencapai 19 poin, sementara Ajax bahkan tertinggal 28 poin. Dalam dua musim sebelumnya pun, trofi juara juga jatuh ke Eindhoven.
Bosz memperkirakan musim depan akan berjalan jauh lebih ketat. “Pertama kalinya Anda tidak menjadi juara itu hanya akan semakin dekat, itu tentu saja benar,” ujarnya.
Perkembangan di Ajax juga ikut berkontribusi menurut Bosz. Pelatih PSV itu melihat dengan jelas arah yang kini diambil direktur teknik Jordi Cruijff.
Jika Ajax pada masa lalu lebih sering memilih pemain-pemain muda binaan sendiri, kini fokusnya menurut Bosz berada pada pemain berpengalaman yang harus langsung tampil maksimal. Karena itu, ia memperkirakan klub Amsterdam tersebut akan menjadi penantang yang jauh lebih besar musim depan.
“Jelas apa yang sedang terjadi di Ajax, mereka mengerahkan segalanya untuk menjadi juara tahun depan. Mereka sekarang tidak memainkan pemain muda, melainkan pemain yang sudah makan asam garam. Mereka semua pemain bagus, yang semuanya sudah membuktikan diri,” kata Bosz.
“Jadi ya, Ajax itu akan jauh lebih menyulitkan kami dibanding Ajax yang tertinggal 28 poin dari kami. Dan Feyenoord telah memecat pelatih yang finis di posisi kedua dan tetap lolos ke Liga Champions. Kami benar-benar harus melakukannya sendiri lagi,” pungkasnya.