JawaPos.com - Konflik Amerika Serikat dan Iran memasuki bulan keenam tanpa tanda-tanda mereda. Di tengah eskalasi serangan militer terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi karena para pejabat tinggi di Gedung Putih belum memiliki kesepakatan mengenai tujuan akhir perang maupun strategi untuk mengakhirinya.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kebijakan Washington. Hingga kini, pemerintahan Trump disebut masih berbeda pendapat apakah fokus utama operasi militer ditujukan untuk menghentikan ancaman program nuklir Iran, mengamankan Selat Hormuz, atau melumpuhkan kemampuan rudal dan drone Teheran.
Di saat yang sama, Iran kembali mengancam akan membalas serangan terbaru Amerika Serikat yang diklaim menghantam sejumlah target militer.
Iran Janji Balas Serangan Terbaru AS
Ketegangan meningkat setelah Iran menyatakan akan menghukum Amerika Serikat menyusul operasi militer yang dilakukan Washington dalam semalam.
Militer AS mengumumkan telah melancarkan 'gelombang besar serangan' terhadap sasaran tertentu sebagai respons atas serangan sebelumnya yang dilakukan Iran terhadap pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah.
Aksi saling balas tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Trump mengancam akan meningkatkan operasi militer apabila Iran tidak mengubah sikapnya.
Trump Kesal karena Strategi Perang Belum Jelas
Melansir NBC News, di balik keputusan-keputusan militer tersebut, Trump disebut mulai kehilangan kesabaran terhadap perkembangan konflik.
Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal Gedung Putih mengungkapkan bahwa presiden merasa frustrasi karena belum ada kesepakatan di antara para penasihat keamanan nasional maupun sekutunya mengenai tujuan utama perang.
Akibatnya, pemerintah AS dinilai kesulitan menyusun strategi keluar atau endgame yang jelas.
JawaPos.com - Konflik Amerika Serikat dan Iran memasuki bulan keenam tanpa tanda-tanda mereda. Di tengah eskalasi serangan militer terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan semakin frustrasi karena para pejabat tinggi di Gedung Putih belum memiliki kesepakatan mengenai tujuan akhir perang maupun strategi untuk mengakhirinya.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kebijakan Washington. Hingga kini, pemerintahan Trump disebut masih berbeda pendapat apakah fokus utama operasi militer ditujukan untuk menghentikan ancaman program nuklir Iran, mengamankan Selat Hormuz, atau melumpuhkan kemampuan rudal dan drone Teheran.
Di saat yang sama, Iran kembali mengancam akan membalas serangan terbaru Amerika Serikat yang diklaim menghantam sejumlah target militer.
Iran Janji Balas Serangan Terbaru AS
Ketegangan meningkat setelah Iran menyatakan akan menghukum Amerika Serikat menyusul operasi militer yang dilakukan Washington dalam semalam.
Militer AS mengumumkan telah melancarkan 'gelombang besar serangan' terhadap sasaran tertentu sebagai respons atas serangan sebelumnya yang dilakukan Iran terhadap pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah.
Aksi saling balas tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Trump mengancam akan meningkatkan operasi militer apabila Iran tidak mengubah sikapnya.
Trump Kesal karena Strategi Perang Belum Jelas
Melansir NBC News, di balik keputusan-keputusan militer tersebut, Trump disebut mulai kehilangan kesabaran terhadap perkembangan konflik.
Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal Gedung Putih mengungkapkan bahwa presiden merasa frustrasi karena belum ada kesepakatan di antara para penasihat keamanan nasional maupun sekutunya mengenai tujuan utama perang.
Akibatnya, pemerintah AS dinilai kesulitan menyusun strategi keluar atau endgame yang jelas.