KOMPAS.com - Mantan pemain Timnas Perancis, Thierry Henry, memberikan kejutan manis di ruang ganti setelah Timnas Perancis memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Timnas Maroko dengan skor 2-0.
Thierry Henry hadir langsung untuk memberikan apresiasi sekaligus peringatan kepada Kylian Mbappe dan rekan-rekannya agar tetap fokus meski telah tampil impresif sepanjang laga perempat final.
Kunjungan tersebut dilakukan Thierry Henry segera setelah peluit panjang berbunyi di Stadion Boston.
Kedatangan sosok pemenang Piala Dunia 1998 ini disambut antusias oleh para pemain Perancis lainnya seperti Ousmane Dembele, Malo Gusto, dan Lucas Hernandez, sebelum ia terlibat dalam momen hangat bersama sang kapten, Kylian Mbappe.
Kekaguman Henry
Henry, yang saat ini berprofesi sebagai komentator televisi, mengaku sangat terpukau dengan performa anak asuh Didier Deschamps.
Ia menyoroti aspek pertahanan yang disiplin sebagai fondasi keberhasilan tim di perempat final melawan Timnas Maroko.
Pria kelahiran 17 Agustus pada 1977 itu menyampaikan kekagumannya secara langsung di depan skuad.
"Jujur saja, kami bahkan tidak tahu harus berkata apa lagi," ujar Henry dikutip dari Goal English, Sabtu (11/7/2026).
Dirinya kemudian menambahkan analisis taktisnya mengenai keunggulan kolektif yang ditunjukkan tim.
"Dalam penguasaan bola: luar biasa seperti biasa. Tetapi bagi saya, yang paling membuat saya terkesan adalah kemampuan tim untuk merebut kembali bola."
"Apa yang dilakukan tim saat tidak menguasai bola sungguh luar biasa."
"Kita tahu betul apa yang bisa dilakukan tim ini saat menguasai bola, tetapi kemampuan untuk mempertahankan bola di separuh lapangan lawan, untuk terus menyerang, untuk mencekik lawan. Bravo 'DD', bravo untuk tim, dan juga untuk para penggemar."
Pesan Agar Tidak Cepat Puas
Meskipun kemenangan atas Maroko sangat layak dirayakan, legenda ini menegaskan bahwa misi Timnas Perancis belum selesai.
Henry mengingatkan para pemain agar tidak terlena oleh euforia kemenangan, mengingat target utama mereka adalah mengangkat trofi juara.
"Saya tampil di TV, dan melihat antusiasme itu sungguh luar biasa," tambah pria berusia 48 tahun itu.
"Semoga terus berlanjut. Itu benar-benar menghangatkan hati, terutama melihat tim seperti ini. Tapi hei, kita baru di semifinal. Ini indah, jangan salah paham!"
"Tapi ketika saya mengatakan 'kita baru di semifinal,' itu karena kita ingin melaju sampai akhir," tegasnya.
Selain memberikan motivasi, momen ini juga menjadi ajang reuni emosional antara Henry dan gelandang Manu Kone, yang merupakan salah satu anak asuhnya saat meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024.
"Hari ini, saya mengenali Manu yang sebenarnya," tutup Thierry Henry.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang