Penutupan Rute 1N dan 10D Tuai Keluhan, MTZ Minta Penjelasan dari PT Transjakarta

Penutupan Rute 1N dan 10D Tuai Keluhan, MTZ Minta Penjelasan dari PT Transjakarta

AKURAT.CO Penutupan Transjakarta rute 1N Tanah Abang–Blok M dan 10D Tanjung Priok–Kampung Rambutan yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026, menuai banyak keluhan dari masyarakat karena mengurangi akses transportasi dalam kota.

Anggota Komisi B DPRD Jakarta, M Taufik Zoelkifli (MTZ), memastikan akan meminta penjelasan kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terkait penghentian operasional tersebut.

Pihaknya telah memantau berbagai aspirasi dan kritik yang disampaikan pengguna Transjakarta. Menurutnya, persoalan tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam rapat Komisi B DPRD Jakarta bersama seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) pada 7–8 Juli 2026.

"Kebetulan kami akan rapat dengan seluruh BUMD Jakarta tanggal 7-8 Juli. Nanti kami tanyakan ke Transjakarta," kata MTZ saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Ketua Fraksi PKS DPRD Jakarta itu menilai setiap kebijakan tentu memiliki dasar pertimbangan. Dia menegaskan, keputusan menghentikan layanan yang telah digunakan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari dampaknya terhadap pengguna.

Karena itu, DPRD Jakarta akan meminta penjelasan langsung dari manajemen Transjakarta mengenai alasan dan kajian di balik penghentian dua rute tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan penghentian layanan merupakan hasil evaluasi berkala terhadap pola perjalanan pelanggan dan kinerja operasional. Berdasarkan evaluasi tersebut, layanan rute 1N dan 10D hanya beroperasi hingga 30 Juni 2026.

"Kami secara berkala melakukan evaluasi terhadap setiap layanan berdasarkan pola perjalanan pelanggan dan kinerja operasional," ujar Welfizon dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, evaluasi juga memperhitungkan tingkat tumpang tindih layanan dengan rute Transjakarta lain yang melintasi koridor serupa. Sebanyak 25 armada yang sebelumnya melayani dua rute itu akan dialihkan untuk memperkuat layanan di koridor dengan permintaan penumpang lebih tinggi sehingga waktu tunggu dapat dipersingkat.

Dia menegaskan, penyesuaian tersebut tidak akan mengurangi akses mobilitas masyarakat. Transjakarta telah menyiapkan rute alternatif yang tetap melayani seluruh fasilitas publik di sepanjang koridor yang terdampak, yakni 68 titik pada rute 10D dan 47 titik pada rute 1N.

"Penyesuaian ini dilakukan agar armada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sekaligus menjaga kualitas layanan secara keseluruhan. Kami juga telah menyiapkan alternatif perjalanan sehingga pelanggan tetap dapat melakukan mobilitas dengan nyaman," katanya.

Meski demikian, keputusan tersebut menuai kritik dari sejumlah pengguna di media sosial. Mereka menilai Transjakarta justru mengurangi konektivitas di dalam Jakarta, sementara dalam beberapa waktu terakhir perusahaan terus membuka layanan Transjabodetabek menuju daerah penyangga.