Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) menggelar pelatihan pembentukan tenaga kerja mandiri sebagai upaya mendorong lahirnya pelaku usaha baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Pelatihan Bekali Warga dengan Keterampilan Usaha
Kepala Subbagian Tata Usaha Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu Hermawan mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu membangun usaha secara mandiri.
“Pelatihan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang mandiri,” ungkap Hermawan di Jakarta, Selasa.
Pelatihan Pembentukan Tenaga Kerja Mandiri Bidang Aneka Minuman diikuti 10 peserta dari Kelurahan Pulau Harapan dan berlangsung selama lima hari pada 27 hingga 31 Juli 2026.
Peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik pembuatan berbagai produk minuman, pengemasan, pemasaran, hingga legalitas usaha.
Selama pelatihan, peserta juga mendapatkan materi desain dan pembuatan logo usaha, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), perhitungan biaya produksi atau food cost (HPP), serta strategi promosi melalui e-commerce.
Peserta turut mempraktikkan pembuatan berbagai minuman, seperti Mango Lassi, Roasted Milk Tea, Kopi Gula Aren, Bir Pletok, Boba Latte, Wedang Ronde, Almond Latte, Fruit Punch, Moccacino, dan Lemon Sereh.
“Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi," tutur Hermawan.
Digelar di Tiga Pulau
Hermawan berharap peserta mampu membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan pelatihan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Pelatihan dilaksanakan dalam tiga angkatan, yaitu di Pulau Harapan pada 27–31 Juli 2026, Pulau Tidung pada 10–14 Agustus 2026, dan Pulau Pramuka pada 31 Agustus–4 September 2026.
Sementara itu, Lurah Pulau Harapan Muhammad Nuralim menilai kegiatan tersebut dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
"Kami berharap peserta dapat mengembangkan usaha sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat di Pulau Harapan," ungkap Nuralim.