Pedestrian Deck Dukuh Atas Dirancang Hemat Energi dan Efisien

Pedestrian Deck Dukuh Atas Dirancang Hemat Energi dan Efisien

Jakarta, Beritasatu.com – PT MRT Jakarta mengusung konsep pembangunan berkelanjutan (sustainability) dalam proyek fasilitas pejalan kaki atau pedestrian deck Dukuh Atas. Infrastruktur yang akan menghubungkan berbagai moda transportasi di kawasan Dukuh Atas tersebut dirancang lebih hemat energi melalui pemanfaatan ventilasi alami, pencahayaan alami, serta aktivitas komersial yang lebih efisien.

Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta Agus Trihan mengatakan, konsep keberlanjutan telah diterapkan sejak tahap perancangan agar operasional pedestrian deck mampu menekan konsumsi energi, terutama pada siang hari.

"Terkait sustainability, kenapa desainnya juga masih menggunakan natural ventilation dan lebih banyak kaca, itu sebenarnya untuk mencoba mengurangi penggunaan listrik, khususnya di siang hari. Jadi penggunaan lampu bisa dikurangi," ujar Agus dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).

Selain mengoptimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami, MRT Jakarta juga membatasi aktivitas komersial di area pedestrian deck. Agus menjelaskan, kawasan tersebut hanya akan diisi oleh vending machine dan push cart, bukan restoran atau area berkumpul. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus menjaga efisiensi operasional.

"Karena area ritelnya lebih banyak diisi vending machine dan push cart, penggunaan plastik sekali pakai dan sejenisnya juga tidak akan terlalu banyak," katanya.

Keputusan untuk tidak menghadirkan banyak gerai ritel permanen juga didasarkan pada hasil kajian kelayakan bisnis. Investasi yang dibutuhkan dinilai tidak sebanding dengan potensi pendapatan yang dihasilkan.

"Biaya investasi yang harus kita keluarkan untuk retail dibandingkan dengan pendapatannya  sebenarnya kurang memberikan return. Jadi iklan akan menjadi poin utama. Nantinya akan ada iklan yang menghadap ke jalan dan itu akan menjadi sumber utama pendapatan untuk deck ini sendiri," jelas Agus. 

Selain mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan, pedestrian deck Dukuh Atas juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memangkas waktu perpindahan antarmoda di kawasan transit tersibuk di Jakarta.

Agus menjelaskan, saat ini pengguna transportasi umum masih harus menempuh jalur memutar saat berpindah dari satu moda ke moda lainnya. Dengan adanya pedestrian deck, pengguna dapat mengakses jalur yang lebih efisien, sehingga waktu perjalanan menjadi lebih singkat.

"Sekarang ini yang paling rumit karena harus dari bawah, naik ke atas, ke selatan, lalu kembali lagi ke sini. Itu bisa menghemat sekitar 4 sampai 5 menit. Jadi sekarang tinggal naik dari sini langsung sampai. Itu yang paling signifikan untuk pengurangan durasi perjalanan," pungkas Agus.

Pedestrian deck Dukuh Atas dirancang sebagai simpul konektivitas yang menghubungkan berbagai moda transportasi umum di kawasan Dukuh Atas. Selain meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, proyek ini juga diharapkan menjadi ikon baru transportasi publik perkotaan Jakarta yang mengedepankan efisiensi mobilitas sekaligus prinsip pembangunan berkelanjutan.

MRT Jakarta

Agus Trihan

Transportasi Umum

Pembangunan Berkelanjutan