BENGKULU, KOMPAS.com - Kebakaran yang melanda SMP Negeri 19 Kota Bengkulu menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.
Meski tujuh ruangan dilaporkan hangus terbakar, aktivitas belajar mengajar dipastikan tetap berjalan dengan penyesuaian yang dilakukan pihak sekolah.
Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan bahwa kegiatan pembelajaran di SMPN 19 tetap berlangsung seperti biasa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta sekolah untuk mengatur skema pembelajaran agar siswa tetap mendapatkan hak pendidikan.
"Meski bangunan terjadi kebakaran tapi proses pembelajaran tetap dilakukan seperti biasa dan kami minta pihak sekolah untuk mengatur sehingga para siswa tetap bisa menerima pelajaran," kata Ilham Putra di Bengkulu, Jumat (24/7/2026) dikutip dari Antara.
Kebakaran tersebut diketahui menghanguskan total tujuh ruangan, yang terdiri dari enam ruang belajar dan satu gudang sekolah.
Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah dituntut untuk melakukan penyesuaian, seperti pengaturan ulang ruang kelas atau sistem pembelajaran bergantian.
Apa penyebab kebakaran yang terjadi?
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengungkapkan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari luar lingkungan sekolah.
Ia menyebut adanya percikan api yang diduga muncul akibat aktivitas pembakaran di luar area sekolah.
Percikan api tersebut kemudian menyambar bagian bangunan yang mudah terbakar, termasuk pelapon gedung, sehingga api dengan cepat membesar dan melahap sejumlah ruangan.
"Kita menerima laporan kemudian langsung melokalisir area dan berjibaku memadamkan api. Dugaan sementara api disebabkan adanya pembakaran yang dilakukan di luar sekolah, dengan menimbulkan bunga api kemudian terbakar dan menyambar bangunan," ujar Yuliansyah.
Bagaimana proses penanganan kebakaran?
Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas pemadam kebakaran segera menuju lokasi kejadian.
Langkah pertama yang dilakukan adalah melokalisir area agar api tidak merambat ke bangunan lain.
Diketahui, kebakaran terjadi saat aktivitas sekolah telah usai. Para siswa sudah pulang dan tidak ada kegiatan belajar mengajar yang berlangsung. Hal ini membuat tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti total kerugian yang dialami pihak sekolah akibat kebakaran tersebut. Pendataan masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang