JAKARTA, KOMPAS.com - Papermoon Puppet Theatre, kelompok teater boneka independen asal Yogyakarta, menuai sambutan luar biasa saat tampil di festival internasional Theater der Welt 2026 di Kota Chemnitz, Jerman.
Setelah dua kali pentas, penonton memenuhi gedung opera dan memberikan standing ovation selama lebih dari 10 menit, sebuah pencapaian yang bahkan tidak dibayangkan oleh kru penyelenggara sebelumnya.
Papermoon membagikan momen mengharukan itu melalui akun Instagram resmi mereka.
Dalam keterangannya, kelompok ini mengisahkan pihak kru sempat memperingatkan mereka sebelum pertunjukan berlangsung.
"Sebelum show, kru bilang untuk tidak berharap standing ovation dari penonton. Mereka bilang penonton Jerman tidak akan melakukan itu. Jadi tolong jangan berharap," tulis Papermoon dalam unggahannya dikutip Kompas.com, Rabu (24/6/2026). Namun kenyataannya berbicara lain.
View this post on Instagram
Gedung opera yang penuh sesak itu justru meledak dalam apresiasi panjang setelah dua pertunjukan rampung digelar.
Papermoon tampil di Theater der Welt membawakan produksi terbaru mereka bertajuk Stream of Memory, yang sekaligus menjadi pentas perdana mereka di Eropa.
Pertunjukan ini menghadirkan boneka-boneka buatan tangan dari kayu, kain, dan cahaya, dipadukan dengan tari, musik, dan video. Penonton dari berbagai generasi diajak dalam perjalanan bersama sosok raksasa bernama Kali menyusuri kota-kota, sungai, dan hutan.
Dalam ceritanya, seorang gadis pemberani dan seorang bocah lelaki yang agak penakut terpisah akibat badai.
Makhluk-makhluk dari kedalaman air dan roh besar sungai membantu mereka bertahan dan kembali bersatu.
Semua itu disampaikan tanpa sepatah kata pun, sepenuhnya lewat bahasa tubuh dan boneka.
Theater der Welt adalah festival terbesar Jerman untuk seni pertunjukan kontemporer internasional, yang kali ini berlangsung di Chemnitz dari 18 Juni hingga 5 Juli 2026.
Paper moon Puppet Theatre di Panggung Dunia
Papermoon Puppet Theatre sendiri bukan nama baru di panggung internasional.
Kelompok ini didirikan pada April 2006 oleh Maria "Ria" Tri Sulistyani, seorang ilustrator, penulis, dan performer teater, bersama Iwan Effendi, seniman visual yang juga menjadi desainer boneka Papermoon.
Berbasis di Yogyakarta, mereka telah menciptakan lebih dari 30 produksi boneka, instalasi seni visual, dan pameran yang telah tur ke lebih dari selusin negara.
Pada 2008, Papermoon meluncurkan Pesta Boneka, sebuah biennale boneka internasional yang mengundang para seniman boneka dari seluruh dunia berkumpul di Yogyakarta.
Selain itu, pada 2021 mereka juga mendirikan GULALI Festival, festival teater pertama untuk penonton muda di Indonesia.
Papermoon percaya bahwa pertunjukan boneka yang sunyi bisa menjadi jembatan komunikasi antar manusia, melampaui batas bahasa dan budaya.
Pencapaian mereka di Chemnitz malam itu membuktikan keyakinan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang