Panas Ekstrem, Bimbad Edukasi Lansia Soal Esensi Hadis Arbain

Panas Ekstrem, Bimbad Edukasi Lansia Soal Esensi Hadis Arbain

1. Meluruskan makna Arbain demi menjaga kekhusyukan ibadah

Jemaah berpakaian putih memenuhi area Raudah dengan pilar berornamen emas dan lampu gantung megah di Masjid Nabawi.
Suasana padat jemaah di dalam Raudah, Masjid Nabawi, dengan pilar putih berhiaskan emas dan langit-langit bercorak indah. (IDN Times/Yogie Fadila)

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa shalat di masjidku ini (masjid Nabawi) selama empat puluh kali berturut-turut, maka dicatat baginya kebebasan dari neraka, selamat dari adzab, serta terbebas dari kemunafikan. (Musnad Ahmad bin Hanbal).

Selama ini, ibadah Arbain kerap dimaknai secara sebagai keharusan menunaikan salat fardu 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, yang memakan waktu kurang lebih delapan sampai hari penuh. Pemahaman ini sering kali membuat jemaah—terutama lansia—memaksakan diri menembus cuaca panas demi mengejar waktu salat, yang justru berisiko menurunkan kondisi kesehatan mereka.

Bimbad Kloter SUB 104 Surabaya, Toha Saifuddin, hadir memberikan pencerahan yang lebih menyejukkan. Menurutnya, makna dari hadis Arbain tersebut bisa dipahami secara tekstual demi menjaga motivasi beribadah tanpa mengabaikan batasan fisik jemaah.

"Jadi untuk supaya jadi motivasi dari teman-teman walaupun tidak bisa 40 waktu wajib, ya kita pilih yang secara tekstual hadis aja. Jadi 40 yang dimaksud adalah 40 salat," ungkap Toha.

Ia menjelaskan bahwa jemaah dapat menggabungkannya dengan berbagai salat sunah, seperti salat dhuha, salat hajat, salat taubat, hingga salat tahajud. Seluruh ikhtiar tersebut diyakini dapat menutupi dan memenuhi makna 40 kali salat dari hadis Arbain. Dengan pemaknaan ini, target 40 salat bahkan bisa dicapai dalam waktu yang lebih singkat tanpa harus berdiam selama delapan hari penuh.