Laporan Langsung Jurnalis Kompas.com Sem Bagaskara dari Boston, Amerika Serikat
KOMPAS.com - Pakar sepak bola Italia, James Horncastle, menilai tinggi kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. Ia juga punya kenangan spesial dengan Radja Nainggolan.
Ajang besar Piala Dunia 2026 tak cuma jadi momen pertemuan pemain dari berbagai belahan dunia.
Turnamen akbar empat tahun sekali ini juga tempat interaksi jurnalis dari bermacam negara berbeda.
KOMPAS.com berkesempatan untuk mengobrol dengan Peter Drury yang suara dan analisisnya nya kerap menemani pencinta sepak bola Indonesia menikmati tayangan Liga Inggris maupun Piala Dunia.
Duo jurnalis kondang ESPN, Gabriele Marcotti dan Julien Laurens, juga sempat ditemui KOMPAS.com di kesempatan yang berbeda.
Usai meliput partai perempat final Piala Dunia 2026 Perancis vs Maroko di Stadion Boston, Kamis (9/7/2026) silam, KOMPAS.com pun bisa berbincang singkat dengan wartawan senior yang merupakan pakar sepak bola Italia, James Horncastle.
KOMPAS.com dan James Horncastle kebetulan berada di satu bus media yang sama sepulangnya dari liputan di Stadion Boston.
Emil Audero Sangat Profesional
Kami sama-sama turun di Moxy Boston Downtown yang jadi salah satu titik media shuttle FIFA.
KOMPAS.com terlebih dulu memperkenalkan diri. James Horncastle langsung menimpali dengan mengucap "Forza Milan" mengingat saya memang sedang mengenakan topi AC Milan.
Saya pun kemudian menanyakan pendapatnya soal pemain Timnas Indonesia yang kini sedang berkiprah di Serie A, kasta tertinggi sepak bola Italia, yakni Jay Idzes (Sassuolo) dan Emil Audero, kiper Como yang musim 2025-2026 dipinjamkan ke Cremonese.
“Emil memiliki karier yang hebat cukup lihat saja di mana dia memulainya, bersama Juventus, beberapa klub lain di mana dia juga tampil, baik di Como, ketika jadi pelapis di Inter,” tutur James Horncastle kepada KOMPAS.com.
Ya, Emil Audero memang merupakan jebolkan akademi Juventus. Ia lama bertugas sebagai deputi Gianluigi Buffon, kiper legendaris timnas Italia.
Emil Audero juga jadi bagian tim Juventus yang melaju ke final Liga Champions 2016-2017 di Cardiff. Pada masa berbaju Inter, ia turut berkontribusi terhadap lahirnya gelar scudetto 2023-2024.
“Dia selalu jadi rekan setim yang baik, sangat profesional. Ya dia memiliki karier panjang dan bagus di Italia,” kata James Horncastle yang kini bekerja untuk The Athletic.