Pagar Taman Kolong Flyover Kampung Melayu yang Dicuri Dijual ke Penadah di Senen Jakpus

Pagar Taman Kolong Flyover Kampung Melayu yang Dicuri Dijual ke Penadah di Senen Jakpus

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Jatinegara menyebut pagar taman di kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur yang dicuri dijual para pelaku ke penadah di wilayah Senen, Jakarta Pusat.

Hal itu disampaikan Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Eko Bayu setelah pihaknya menangkap satu pelaku berinisial CAT (30).

"Untuk barang bukti kami saat ini belum bisa mengamankan, karena barang bukti sudah dijual oleh para pelaku, dan informasinya dari pelaku ini katanya dijual ke daerah Senen," ucap Eko kepada wartawan di Polsek Jarinegara, Rabu (8/7/2026).

Bayu mengatakan, pihaknya masih mendalami keberadaan penadah yang diduga membeli pagar taman kolong Flyover Kampung Melayu tersebut.

Ia menjelaskan, aksi pencurian itu tidak dilakukan CAT seorang diri, melainkan bersama beberapa pelaku lain.

"Dari hasil penyelidikan kami, semalam itu kami sudah dapat memetakan kelompok para pelakunya yang disinyalir berasal dari salah satu suku tertentu," ucap Bayu.

"Sehingga kemudian kami melakukan penyelidikan untuk keberadaan para pelaku tersebut dan alhamdulillah tadi siang (Selasa, 7 Juli 2026) sekitar jam 13.00 kami berhasil mengamankan satu orang pelaku," lanjut Bayu.

CAT ditangkap di sekitar Terminal Kampung Melayu pada Selasa siang saat sedang makan di sebuah warung makan.

Bayu mengatakan, CAT memiliki peran menaikkan pagar besi yang dicuri ke atas sebuah bajaj lalu mengikatnya.

"Dan terakhir dia melakukannya itu tiga hari yang lalu, pengakuan dari dia," kata Bayu.

Atas perbuatannya, CAT dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Sebelumnya diberitakan, pagar besi taman di bawah kolong Flyover Kampung Melayu raib setelah diduga dicuri oleh orang tak dikenal.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sebagian besar pagar besi yang mengelilingi taman di bawah kolong flyover sudah hilang.

Akibatnya, tidak ada lagi pembatas antara area taman dan badan jalan. Pagar yang tersisa hanya beberapa besi penyangga.

Meski masih tampak beberapa besi penyangga, kondisi beton penyangga pagar terlihat telah diurai dan miring.

Beton tersebut diduga dirusak untuk memudahkan pelaku mengambil besi yang masih tersisa. Selain itu, sejumlah tembok penyangga pagar juga mengalami kerusakan.

Diduga, pelaku menghancurkan beton terlebih dahulu sebelum mencabut pagar besi secara paksa.

Pada Selasa (7/7/2026) pagi, sejumlah petugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur terlihat merapikan puing-puing beton yang diduga dirusak saat aksi pencurian berlangsung.

Petugas juga mengamankan beberapa besi pagar yang masih tersisa untuk mencegah kembali dicuri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.