"Mo" di hadapan 25 ribu penonton
Dalam sebuah momen yang ia gambarkan sebagai "tak dapat dipercaya", bintang Mesir Mohamed Salah tak mampu menyembunyikan keterkejutannya di hadapan lautan pendukung yang berkumpul untuk menyambutnya di Bandara Trabzon, seraya menegaskan bahwa apa yang ia saksikan melampaui segala hal yang pernah ia alami sepanjang perjalanan kariernya yang gemilang.
Dalam pernyataan pertamanya setelah kedatangan resminya di Turki, Salah mengungkapkan kebahagiaannya yang luar biasa bergabung dengan Trabzonspor, dengan menetapkan satu tujuan di depan matanya: meraih kesuksesan di kancah domestik maupun Eropa dengan seragam klub Turki tersebut.
25 ribu orang: Sesuatu yang tak dapat dipercaya
Salah berkata dalam pernyataan khusus kepada situs Turki "61saat": "Saya sangat bahagia berada di suasana yang menakjubkan ini. Saya tidak ingat pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya, dan kata-kata tak mampu menggambarkan betapa bahagianya saya."
Kapten timnas Mesir itu menambahkan, dengan keterkejutan yang masih tampak jelas di wajahnya: "Ada 25 ribu orang di sini, ini sesuatu yang tak dapat dipercaya, saya belum pernah melihat hal seperti ini. Saya telah meraih kesuksesan di mana pun, dan saya ingin meraih kesuksesan bersama Trabzonspor juga, baik di liga maupun di kancah Eropa."
Presiden Trabzon: Beginilah cara menyambut bintang dunia
Di sisi lain, Ertuğrul Doğan, presiden klub Trabzonspor, menyampaikan terima kasih kepada para pendukung yang menciptakan momen bersejarah ini. Doğan berkata: "Mohamed Salah adalah bintang dunia, kami berterima kasih kepada para pendukung yang datang ke sini. Para pendukung kami telah menunjukkan kepada semua orang bagaimana seharusnya seorang bintang dunia disambut."
Penyambutan yang legendaris ini datang untuk menegaskan kedudukan istimewa yang dimiliki Mohamed Salah, tidak hanya sebagai pemain sepak bola, tetapi sebagai ikon dunia yang ketenarannya telah melampaui batas-batas klub dan turnamen. Kini semua mata tertuju ke lapangan, di mana para penggemar Trabzonspor menantikan sang "Raja Mesir" menerjemahkan cinta yang meluap ini menjadi trofi dan gelar juara.