Out of the Box! Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman

Out of the Box! Sarina Wiegman Didorong Jadi Pelatih Belanda Gantikan Ronald Koeman

  • Ronald Koeman resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala timnas Belanda pada Selasa malam, 2 Juli 2026.
  • Keputusan pengunduran diri tersebut diambil setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kalah dari Maroko.
  • Kritik tajam muncul mengenai taktik usang Koeman, sementara Sarina Wiegman kini diusulkan sebagai kandidat pelatih pengganti utama.

Suara.com - Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala KNVB.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Koeman melalui pernyataan emosional di akun Instagram pribadinya, Selasa malam (2/7/2026).

Koeman mengakui kekecewaan mendalam usai Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Maroko melalui drama adu penalti di babak kedua.

“Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya,” tulis Koeman dalam pernyataannya.

Kegagalan tersebut memicu kritik tajam dari berbagai pihak.

Kolumnis Algemeen Dagblad, Sjoerd Mossou, menyebut perpisahan Koeman hal yang pahit dan memalukan karena mencerminkan pendekatan taktik yang dinilai sudah usang.

“Sepak bolanya seperti rumah tahun 70-an yang tanpa imajinasi. Tidak ada perkembangan, tidak ada struktur, tidak ada energi,” tulis Mossou.

Ia juga menilai Koeman gagal memaksimalkan skuad bertabur bintang yang bermain di liga top Eropa.

Mossou bahkan membandingkan Koeman dengan Louis van Gaal, yang dinilai mampu meraih hasil lebih baik dengan materi pemain yang lebih terbatas.

“Koeman kalah di semua aspek,” tegasnya.

Di tengah kekosongan kursi pelatih, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat pengganti.

Dalam program WK Avond di NOS, Jan Mulder secara mengejutkan mengusulkan nama Ron Jans sebagai opsi out of the box.

Namun, nama yang paling menyita perhatian adalah Sarina Wiegman.

Youri Mulder menyebut pelatih timnas wanita Inggris tersebut sebagai kandidat serius yang layak dipertimbangkan KNVB.

“Dia punya visi jelas, filosofi permainan yang kuat, dan cara kerja yang terstruktur. Kenapa tidak?” ujar Mulder.

Ia juga menegaskan bahwa perbedaan sepak bola pria dan wanita bukanlah penghalang.

“Sepak bola tetaplah sepak bola, hanya dimainkan oleh gender yang berbeda,” tambahnya.