KOMPAS.com - Pelatih Norwegia Stale Solbakken meminta para pemainnya untuk tak gentar menghadapi Inggris pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, Stale Solbakken memiliki keyakinan mampu meraih kemenangan dan mencetak sejarah bagi The Vikings.
Pertandingan Norwegia vs Inggris dijadwalkan berlangsung di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Solbakken menegaskan jika para pemainnya harus bermain dengan karakter mereka sendiri dan fokus pada pertandingan.
"Hal terpenting bagi saya adalah kita menjadi diri kita sendiri dengan bola dan kita berani memainkan permainan itu sendiri, bukan hanya mengikuti suasana sekitar, dan kita berkonsentrasi di lapangan," kata Solbakken dalam konferensi pers dikutip dari Reuters.
"Saya ingin melihat tim Norwegia yang bermain sesuai dengan kekuatan mereka dan menjadi diri mereka sendiri."
Kepercayaan Diri Meningkat usai Kalahkan Brasil
Meski bukan debutan, absennya Norwegia selama hampir tiga dekade membuat mereka kehilangan sentuhan di Piala Dunia.
Hal tersebut yang dirasakan Solbakken pada laga pertama melawan Irak meski di atas kertas jauh di bawah mereka.
"Anda melihat tim yang sangat gugup dalam 20 menit pertama melawan Irak di mana kami bahkan tidak mampu melakukan dua operan beruntun," katanya.
Namun, semua beranjak membaik tatkala Norwegia berhasil menaklukkan tim-tim tangguh seperti Pantai Gading dan Brasil.
Kemenangan itu memberikan kepercayaan diri para pemainnya bisa meraih kemenangan menghadapi Inggris yang merupakan salah satu tim tangguh.
Namun untuk bisa mencapainya, Solbakken memiliki syarat yang harus dipenuhi oleh para pemainnya.
"Jelas, ketika Anda bertemu tim seperti Inggris yang memiliki pemain hebat di sayap. (Jude) Bellingham dan (Harry) Kane, mereka bisa mencetak gol dari banyak posisi," kata Solbakken.
"Jauh di lubuk hati para pemain, mereka merasa bisa mengalahkan Inggris. Tapi jelas, kami harus berada dalam performa terbaik kami. Jika tidak, Inggris akan lolos."
Apresiasi Mental Tim Norwegia
Solbakken memuji kondisi mental skuadnya menjelang pertandingan terbesar dalam karier mereka.