Mundur dari ASN, Wil Pilih Usaha Selada Hidroponik, Lirik Peluang Besar di Labuan Bajo

Mundur dari ASN, Wil Pilih Usaha Selada Hidroponik, Lirik Peluang Besar di Labuan Bajo

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Usaha hidroponik bernama Green Floreska mengubah hidup Wilfridus Da Costa Mones, pria kelahiran Lospalos, 11 Juni 1993.

Berawal dari kesadaran akan peluang pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Wil memanfaatkan lahan kecil di belakang rumahnya yang berlokasi di Lancang, untuk mengembangkan tanaman hidroponik sejak tahun 2022.

Perasaan jenuh enam tahun merantau dan bekerja di Kalimantan, yang membuat Wil memutuskan kembali ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia pun memboyong sang isteri, Filomena Osman Odos, kembali ke kampung halaman dan memulai hidup baru.

"Kami memilih di sini (Labuan Bajo) karena saat itu, tahun 2021, pada pembukaan tes CPNS ada formasi untuk kami berdua. Saya Sarjana Pertanian, sedangkan isteri di kesehatan. Kami tes di sini dan kami berdua lulus," kata Wil yang ditemui Kompas.com belum lama ini.

Mereka kemudian membangun rumah di Labuan Bajo. Bersamaan dengan itu, Wil membaca peluang dari perkembangan pariwisata di Labuan Bajo.

"Saya sebelumnya dua kali ke Labuan Bajo, sudah mulai melihat perkembangan pariwisata di sini. Akhirnya saya mulai membayangkan kira-kira apa gap yang bisa saya isi dari background yang saya punya. Ternyata, saya mengamati salah satu faktor pendukung utama pariwisata adalah sektor pertanian, sektor pangan," ujarnya.

Seiring berjalan dengan tugasnya sepagai aparatur sipil negara (ASN), Wil pelan-pelan mulai membuat kebun hidroponik. Awalnya, dia mulai dengan satu instalasi hidroponik dengan jumlah lubang sebanyak 200 pada September 2022.

Dia menanam berbagai jenis selada dan daun mint dengan hasil panen pertama kali hanya belasan kilogram. Sejak itu juga, Wil memberanikan diri mempromosikan produk hidroponiknya melalui media sosial dan menghubungi langsung para pelanggan.

"Otomatis itu menaikkan motivasi. Ternyata marketnya beneran ada, karena kita tes market langsung, cari pelanggan sendiri. Nah, dari situ pelanggan yang sudah ada ini akhirnya minta lagi. Panen lagi, income mulai naik sedikit demi sedikit," ungkap ayah satu anak ini.

Keuntungan yang didapat kemudian digunakan untuk menambah instalasi hidroponik. Dalam waktu empat bulan, Wil bisa menambah dua instalasi lagi.

"Memasuki tahun 2024, karena permintaan juga semakin tinggi, dan marketing lewat sosial media itu ternyata cukup bagus, efeknya benar-benar bekerja. Seiring juga Labuan Bajo tambah berkembang, ada banyak hotel-hotel yang mulai bangun," katanya.

Mengundurkan Diri dari ASN

Peluang dan keuntungan yang terus naik dari waktu ke waktu membuat Wil merasa perlu fokus pada usaha hidroponik miliknya.

Meskipun dibantu beberapa karyawan, Wil tetap mengurus langsung usaha hidroponiknya. Dari situ, dia lalu memutuskan mengundurkan diri dari ASN.

"Pengajuannya di awal tahun 2025, tapi perjalanan mempertimbangkannya sudah sejak satu tahun sebelum itu. Saya sudah mulai merasa fokusnya terbagi, pikiran mulai terbagi antara bisnis dan juga pekerjaan sebagai ASN," ujarnya.

Kini, Wil menambah lahan lain untuk mengembangkan tanaman hidroponiknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang