Louis van Gaal bisa mengambil alih jabatan pelatih tim nasional Belanda untuk total keempat kalinya.
Surat kabar ternama Belanda De Telegraaf mula-mula melaporkan bahwa van Gaal siap mengambil alih posisi yang lowong setelah pengunduran diri Ronald Koeman. Hal itu dikonfirmasi pria 74 tahun tersebut pada Senin kepada Voetbal International: "Saya selalu ingin membantu KNVB, seperti halnya saya juga ingin melakukannya di Ajax," katanya merujuk pada federasi Belanda, KNVB. "Dengan skuad seperti ini tentu ada peluang. Saya juga berpikir bahwa Belanda mungkin masih bisa menjadi juara Eropa atau dunia," tambahnya.
Van Gaal sudah tiga kali melatih Elftal. Pada periode pertamanya (2000 hingga 2001), ia gagal lolos ke Piala Dunia 2002, pada periode keduanya (2012 hingga 2014) ia berhasil membawa Belanda melaju ke semifinal Piala Dunia di Brasil, sementara pada periode ketiganya (2021 hingga 2022) mereka tersingkir di perempat final di Kater oleh juara dunia kemudian, Argentina.
Pada Piala Dunia saat ini di Amerika Utara, Belanda sudah tersingkir di babak 16 besar oleh Maroko, setelah itu Koeman mundur. Arne Slot, yang disebut-sebut sebagai kandidat pilihan utama federasi sepak bola Belanda, ingin tetap bekerja di sepak bola klub setelah kepergiannya dari Liverpool. Erik Ten Hag juga disebut telah menolak, sementara kandidat lainnya adalah Peter Bosz (saat ini pelatih PSV Eindhoven). Laga kompetitif Elftal berikutnya akan berlangsung di Nations League pada 24 September di Amsterdam melawan Jerman.
Louis van Gaal terakhir bekerja untuk Ajax Amsterdam
Van Gaal dalam beberapa tahun terakhir harus berjuang melawan masalah kesehatan yang serius. Menjelang Piala Dunia 2022, ia mengumumkan diagnosis kanker prostat. Setelah turnamen tersebut, ia mundur untuk fokus pada kesehatannya. Setelah setahun beristirahat, pada Oktober 2023 ia kembali ke mantan klubnya Ajax Amsterdam sebagai penasihat. Ia melepas jabatan itu pada akhir musim lalu. Kini, ia tampaknya siap untuk comeback besar sebagai pelatih. "Anda tidak pernah tahu soal saya. Saya merasa lebih bugar daripada empat tahun lalu," jelasnya.
Terlepas dari tiga periodenya menangani Elftal dan sejumlah kiprahnya di Ajax, van Gaal juga bekerja dengan sukses untuk Barcelona dan Bayern Munchen. Bersama klub Munchen itu, ia memenangi double pada 2010, tetapi di final Liga Champions mereka kalah dari Inter Milan.