KOMPAS.com - Menetapkan batasan yang sehat adalah fondasi untuk membangun hubungan asmara yang kuat.
Pemahaman tentang ruang pribadi ini sangatlah penting, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap pacaran, demi menjaga kenyamanan dan kesejahteraan mental.
"Batasan adalah batas yang ditetapkan di sekitar diri terkait apa yang kamu ingin dan tidak ingin berikan kepada orang lain, yang membantumu tetap nyaman dan aman dalam hubungan," kata terapis Emotionally-Focused Therapy (EFT) untuk pasangan, Rachel Orleck, PsyD, mengutip Verywell Mind, Minggu (12/7/2026).
Pentingnya membangun batasan dalam hubungan asmara
Memahami konsep dan jenis batasan dalam berpacaran
Rachel mengibaratkan pembentukan batasan yang sehat seperti mencari titik keseimbangan. Bersikap terlalu pasif akan membuatmu rentan dimanfaatkan oleh orang lain, sedangkan bersikap terlalu kaku justru menutup peluang untuk membangun kedekatan emosional.
Ada beberapa bentuk batasan yang perlu dipahami sejak awal berpacaran, yakni:
- Batasan fisik: Menghargai ruang pribadi dan kebutuhan kontak fisik.
- Batasan emosional: Menghormati perasaan dan pikiran, serta mengutamakan kritik yang membangun ketimbang kritik yang menjatuhkan.
- Batasan waktu: Mempertimbangkan jadwal kesibukan pribadi dan ketersediaan waktu masing-masing sebelum mengatur kencan.
- Batasan spiritual: Menghargai setiap keyakinan dan praktik keagamaan.
- Batasan finansial: Menghormati kebiasaan pengeluaran dan menjaga privasi keuangan satu sama lain.
- Batasan budaya: Menunjukkan rasa hormat terhadap adat istiadat dan perbedaan antargenerasi.
Tanda kamu perlu menetapkan batasan dengan pasangan
Menerapkan batasan yang jelas adalah aspek mendasar untuk mengembangkan hubungan romantis yang sehat, yang pada gilirannya akan sangat membantu menjaga ketahanan mental.
"Kesalahpahaman terbesar tentang batasan adalah bahwa hal itu negatif. Padahal, batasan mendorong hubungan yang lebih dalam dengan orang lain dan diri kita sendiri," jelas pekerja sosial klinis berlisensi Yesenia Garcia, LCSW.
Menurut Orleck, jika kamu sering merasa kewalahan, terlalu banyak bekerja atau tidak nyaman maka kamu kemungkinan tidak memiliki batasan yang sangat baik dalam hubungan.
Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Rachel Astarte, LMFT, menyarankan untuk mengevaluasi diri dengan menanyakan beberapa hal penting.
Pertimbangkan apakah tindakan pasangan kerap membuatmu tidak nyaman, menguras energimu secara drastis, atau justru membuatmu selalu ingin menghindarinya akhir-akhir ini.
Mencatat jawaban ini atau berdiskusi dengan tenaga profesional dapat memberikan pencerahan untuk melangkah maju.
Cara menerapkan batasan yang sehat dengan pasangan
Mengkomunikasikan kebutuhan pribadi dengan pacar mungkin terasa menakutkan, terutama jika kamu cemas menanti reaksi mereka.
Namun, ada beberapa langkah agar obrolan ini terasa jauh lebih santai, antara lain melakukan secara tatap muka dan menampilkan bahasa tubuh yang meyakinkan.
Tunjukkan rasa hormat dengan selalu mempertahankan kebaikan hati dan bersikaplah terbuka terhadap kompromi.
Gunakan pernyataan yang berfokus pada sudut pandang dirimu sendiri ("I" Statements) untuk menyoroti dampak situasi tersebut terhadap perasaan secara langsung.