JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf, menceritakan progres perencanaan pembangunan "Kampung Haji" untuk jemaah Indonesia yang akan dibangun di Arab Saudi.
Dia mengatakan, saat ini proyek tersebut dikelola secara teknis oleh pihak Danantara, sementara Kementerian Haji dan Umrah akan bertindak sebagai pengguna fasilitas tersebut setelah pembangunannya selesai.
"Kampung Haji sedang disiapkan oleh teman-teman Danantara, bukan kita yang menyiapkan. Kita kita hanya sebatas sebagai user kalau sudah siap," ujar Irfan Yusuf dalam acara On Point Kompas TV, Jumat (10/7/2026).
Irfan menjelaskan bahwa koordinasi awal antara kementeriannya dengan pihak Danantara sudah mulai dilakukan untuk membahas rencana besar pembangunan.
Walaupun progres teknisnya masih dalam tahap pengembangan, Irfan menegaskan komitmen pemerintah memastikan fasilitas tersebut dibangun sesuai dengan kebutuhan jemaah.
"Komunikasi awal sudah tapi teknis progresnya kita belum tahu persis tapi ya tentu kita setelah ini akan kita banyak komunikasi lagi dengan teman-teman Danantara," ujarnya.
Proyek Kampung Haji ini sejalan dengan target jangka panjang pemerintah dalam lima tahun ke depan untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang jauh lebih tertata.
"5 tahun ke depan tentu kita berharap bahwa proses haji kita ini sudah sangat-sangat tertata dengan baik ya," kata Irfan.
Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah misi dalam lawatannya ke Arab Saudi, salah satunya adalah rencanya untuk membangun kampung haji di Mekkah.
Rencana pembangunan kampung haji ini pun menjadi salah satu topik pembicaraan antara Prabowo dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud (MBS) pada 2 Juli 2025.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.