Membaca Sastra di Usia 20-an, Memahami Diri yang sedang Retak

Membaca Sastra di Usia 20-an, Memahami Diri yang sedang Retak

26 Juli merupakan tanggal kelahiran Chairil Anwar dan diperingati sebagai Hari Puisi Nasional. Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra. Wujud karya sastra lainnya misalnya, cerita pendek dan novel. Meski terdapat Hari Puisi Nasional, sayangnya membaca karya sastra belum menjadi kegemaran apalagi kebutuhan banyak masyarakat Indonesia.

Malah kerap terdengar pertanyaan buat apa membaca sastra sementara mereka bukan mahasiswa jurusan sastra? Bahkan terdapat pandangan bahwa karya sastra tidak berguna. Cuma bikin orang suka berkhayal. Beda dengan buku-buku nonfiksi seperti pengembangan diri, keuangan, politik, dan sebagainya yang lebih aplikatif dalam hidup.

Padahal, semua bacaan baik. Pun membaca karya sastra apalagi sejak usia muda memberikan segudang manfaat. Saat kamu dilanda berbagai kebingungan mengenai diri dan kehidupan di masa dewasa, sastra membantumu memperoleh pencerahan. Simak dan siapkan bacaan sastra pertamamu.

membaca

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.