BOGOR, KOMPAS.com - Massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor salah menyebut nama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjadi "Zainudin" saat orang nomor satu di Kota Bogor itu datang menemui mereka.
Mulanya, sejumlah mahasiswa berdialog dengan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro agar diizinkan menggelar demo di depan Pintu 1 Istana Bogor.
Namun, Rio menegaskan bahwa massa aksi tidak dapat demo di depan Pintu 1 Istana Bogor.
"Kita juga menjaga kepentingan masyarakat yang lain. Hak adik-adik kita lindungi, namun hak masyarakat yang lebih besar juga kita lindungi," kata Rio kepada massa aksi, pada Selasa (23/6/2026).
Rio kemudian menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Jenal Mutaqin dan Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil, yang akan datang menemui massa aksi.
Tak lama kemudian, Jenal terlihat berjalan kaki dari arah Balai Kota Bogor bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Kepala Satpol PP Kota Bogor menuju lokasi aksi.
Saat itu, salah seorang mahasiswa yang berada di atas mobil komando menyambut kedatangan Jenal. Namun, ia keliru menyebut nama wakil wali kota tersebut.
"Kita kedatangan Bapak Wakil Wali Kota, teman-teman semua, Bapak Zainudin, kita sambut dengan teriakan Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia, Hidup Perempuan Indonesia," kata salah satu mahasiswa di atas mobil komando, pada Selasa.
Mendengar namanya salah disebut, Jenal Mutaqin pun tertawa sambil sempat berjongkok.
Sebelum memasuki barisan pengamanan, sejumlah anggota kepolisian menyapanya sambil melontarkan candaan.
"Ganti nama sekarang, Pak?" tanya salah satu anggota polisi sambil tersenyum.
Jenal menanggapi candaan tersebut dengan tertawa, lalu tersenyum sebelum melanjutkan langkahnya masuk ke dalam barisan pengamanan.
Sebelumnya diberitakan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, ditutup sementara pada Selasa (23/6/2026) sore akibat demo yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor.
Kepala Unit Pembinaan Operasional (KBO) Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Lukito, menjelaskan bahwa kendaraan dari arah Jalan Juanda yang hendak menuju Jalan Jenderal Sudirman dialihkan ke Jalan Jalak Harupat maupun arah Sempur.
"Yang kiriman dari Juanda mengarah Denpom yang ke Jalan Jenderal Sudirman kita tutup, kita alihkan ke arah Jalan Harupat sampai dengan Amaris, Tugu Kujang sampai dengan Baranangsiang," kata Lukito saat ditemui Kompas.com di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa.
Sementara itu, pengendara dari Jalan Jenderal Sudirman arah Air Mancur yang hendak menuju Jalan Jalak Harupat harus memutar melalui Jalan Sawojajar, melintasi area Pasar Anyar, lalu keluar di depan Rumah Sakit Salak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.